“Sementara, pada 2015 sudah terealisasi 638.967 ton atau mengalami peningkatan sebanyak 70.968 ton atau meningkat 12,49 persen. Dengan demikian, Kabupaten OKI masuk dalam peringkat sepuluh besar nasional sebagai daerah penghasil padi,” terang Syarifudin.
Produksi padi setiap tahun ditargetkan terus meningkat dari tahun sebelumnya. Diketahui, luas lahan pertanian padi di Kabupaten OKI saat ini sebanyak 174,268 ha. Lahan tersebut terdiri dari sawah tadah hujan 47.140 ha, sawah lebak 103.977 ha, sawah irigasi 650 ha, dan sawah pasang surut 22.501 hektare. “Dari luas lahan itu OKI merupakan penyumbang beras sebanyak 5 persen untuk skala nasional. Sementara, untuk tingkat Provinsi Sumsel, OKI sebagai penyumbang beras nomor tiga,” tambahnya.
Gelam, Pedamaran, PedamaranTimur, Cengal, Sungai Menang, Jejawi, danPampangan.
“Produksi padi dikedepanakan dan didukung pembangunan irigasi yang saat ini masih terus berjalan dari target 75 ribu hectare sudah terealisasi pembangunan sebanyak 70 persen. Kemudian, masih tersedia lahan pasang surut yang sangat luas di Kecamatan Air Sugihan. Selain tanaman pangan Kabupaten OKI juga memiliki potensi tanaman holtikultura yang bisa dikembangkan lagi,” tambahnya. (adv/Humas Pemkab OKI)













