oleh

Warga Kemang Agung Palembang Desak BPN Keluarkan SHM

Warga Kemang AgungTerkait Sengketa Lahan Antara Warga dengan PT KAI

PALEMBANG I  Solidaritas masyarakat korban penggusuran (SMKP) mendesak Badan Pertanahan Nasional (BPN) kota Palembang untuk segera mengeluarkan sertifikat hak milik (SHM)  warga 9 RT kelurahan Kemang Agung  sehingga   PT KAI  Kertapati Palembang tidak dapat mengklaim tanah yang telah dikuasai warga selama 50 tahun lebih tersebut.

“Kami minta BPN melakukan pendataan ulang terhadap tanah yang telah kami tinggali dan tempati selama 50 tahun lebih ini. Sebab, PT KAI mengklaim memiliki tanah itu, sementara tidak bisa menunjukkan bukti kepada Pemerintah Kota Palembang beberapa waktu lalu,”kata ketua SMKP
Nadio saat menggelar jumpa pers, Rabu (13/1/2016).

Menurut Nadio, berdasarkan hasil rapat, Pemkot Palembang meminta PT KAI menghentikan semua aktivitas dan memastikan tidak ada penggusuran terhadap warga yang mencapai 3 ribu lebih ini.

“Jika merujuk pada  UU nomor 5 tahun 1960, jika sudah menempati 20 tahun tanpa ada sangahan, bisa mengajukan hak milik. Sebab kami sudah tinggal sejak tahun 1938,”jelas dia.

Ditegaskan Nadio, dasar PT KAI akan melakukan groudkaart dalam kepemilikan tanah sudah tidak tepat. Karena bertentangan dengan UU dan PP. Dilain sisi, selama ini masyarakat membayar PBB, dapat hak pilih dan administrasi pendudukan lainnya.

“Jika patokannya groudkaart zaman belanda, maka sekitar 50 ribu warga 1 kecamatan Kertapati terancam diklaim PT KAI. Jika ini dibiarkan dan tak ada kejelasan bukan tidak kungkin kami akan
menggelar aksi yang lebih besar,”jelas dia.

Hendra Bakti, Ketua 1 SMKP menambahkan, tidak akan menempuh jalur hukum terhadap sengketa ini. Alasannya sudah tidak percaya terhadap pengadilan di Indonesia. Oleh karena itu pihaknya akan terus melakukan perjuangan sehingga tidak ada korban pengusuran hingga sampai kapanpun.

“Jangankan kami, menteri saja menggugat ke pengadilan kalah soal asap. Apalagi kami rakyat biasa, jika ini dibiarkan maka korban pengusuran akan mencapai lebih dari 5 ribu jiwa, karena ada keluarahan yang diklaim oleh PT KAI,”pungkasnya.

Beberapa waktu lalu ribuan anggota SMKP melakukan unjuk rasa ke Pemkot Palembang untuk meminta perlindungan, agar tanah yang telah ditempati oleh warga kemang Agung Palembang tidak digusur oleh PT KAI, oleh karena itu diharapkan tidak ada korban pengusuran yang akan
dilakukan oleh PT KAI. (Supardi)

Komentar

Berita Lainnya