oleh

Terbukti Lakukan Money Politik Terancam Didiskualifikasi

PALEMBANG | Bawaslu Sumsel sudah melayangkan surat kepada pasangan calon bupati-wakil bupati maupun tim pemenangan paslon untuk tidak melakukan Money politik pada pilkada kabupaten Musi Rawas yang akan berlangsung pada 9 Desember mendatang, jika terbukti melakukan Money politik terancam akan didiskualifikasi dari paslon.

“Aturannya jelas jika terbukti maka akan didiskualifikasi dari calon,”kata Komisioner Bawaslu Sumsel Junaidi, Senin (16/11/02010).

Dilanjutkan Junaidi, untuk itu pihaknya telah mengirimkan surat imbau kepada Paslon maupun, surat tersebut sebagai bentuk pencegahan sedini mungkin dari Bawaslu agar money politik tidak terjadi.

“Mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menerima pemberian Money politik maupun janji, pilih lah calon pemimpin dengan hati nurani,”kata Junaidi

Diterangkan Junaidi bahwa money politik berada dinomor ke 5 dalam kerawanan namun yang justru paling rawan adalah dapat pemilih tetap (DPT). Namun tentu pihaknya berharap pilkada ini secara umum dapat berjalan dengan jujur,adil dan rahasia sehingga menghasilkan pemimpin yang dikehendaki oleh masyarakat.

Salah satu tim pemenangan calon meminta kepada Bawaslu untuk melakukan pengawasan sampai dengan tingkat bawah untuk mencegah terjadinya money politik.

Pengamat Politik Sumatera Selatan Ade Indra Chaniago mengatakan jika membaca hasil survei LKPI yang mempublish hasil survei Pilkada Musi Rawas (Mura) lagi-lagi bisa diprediksi jika Incumbent l sepertinya berpeluang besar untuk meraih kemenangan.karena selisih suara antara kedua Paslon sangat jauh.

“Jadi sangat wajar apabila Incumbent atau petahana akan kembali memenangkan kontestasi, karena memang keunggulan mereka sudah berkampanye terhitung sejak dilantik,”ujar Ade.

Menurut Ade, petahana diprediksi dapat dikalahkan apabila sang penantang memanfaatkan pragmatisme pemilih dengan melakukan politik uang secara massif.  “Apabila hal tersebut tidak terjadi maka dapat diprediksi hasil Pilkada nanti tidak akan jauh bedanya dengan hasil survey yang dirilis oleh LKPI,”ujarnya.

Dia menilai masyarakat harus cerdas dan tidak tergiur oleh politik uang karena pemimpin hasil politik uang rentan akan melakukan praktik korupsi jika terpilih.

“Karenanya, Bawaslu punya tugas berat untuk mengawal pilkada ini agar tidak terjadi politik uang jelang pencoblosan. Bawaslu juga tidak boleh main mata dengan siapapun, jadi harus on the track sebagaimana amanah konstitusi untuk menjaga dan mengawal marwah organisasi,”ujarnya.

Pada pilkada Musi Rawas akan diikuti oleh dua Paslon, pasangan nomor urut 1 Ratna-Suwarti dan pasangan nomor urut 2 H2G-Mulyana.(ade)

Komentar

Berita Lainnya