oleh

Standar K3 PTPN VII Cinta Manis Dipertanyakan

INDERALAYA I Kalangan anggota DPRD Ogan Ilir mempertanyakan standar kesehatan, keselamatan kerja karyawan (K3) PTPN VII Cinta Manis. Hal ini menyusul dari banyaknya laporan mengenai kecelakaan kerja yang dialami karyawan pabrik gula PTPN VII Cinta Manis.

“Sungguh ironis jika besi sepanjang 2 meter bisa jatuh dan menimpa pekerja. Kami minta polisi dapat melakukan investigasi menyeluruh, apakah ada unsur kelalaian atau tidak. Ya, nanti akan kami bahas bersama di DPRD OI ini. Jadi dimana standar K3 yang diterapkan selama ini,”kata anggota DPRD OI Suharmawinata, kemarin.

Menurut politisi Nasdem OI ini, pihaknya juga melayangkan surat ke PTPN VII Cinta Manis terkait seringnya kecelakaan yang diamali pekerja. Bahkan ironisnya lagi pekerja yang mengalami kecelakaan kerja hanya dicover BPJS kesehatan.

Seharusnya, lanjut dia, PTPN VII Cinta Manis bertanggungjawab secara moril menyelesaikan permasalahan yang dialami pekerjanya tersebut dengan mengambil kebijakan yang berpihak kepada pekerja.

“Kami juga mempertanyakan Analisis mengenai Dampak Lingkungan PTPN VII Cinta Manis. Sampai sejauh mana Amdal PTPN. Termasuk kontribusi terhadap amsyarakat melalui penyaluran CSR,”tuturnya.

Dia menjelaskan bahwa penerapan K3 dalam perusahaan menjadi sangat penting karena K3 sangat erat kaitannya dengan persoalan yang akhir-akhir ini ramai dibicarakan yaitu kecelakaan kerja.

Kecelakaan kerja, lanjut dia, merupakan fenomena yang sering terjadi dalam dunia kerja, dan dapat terjadi baik pada pekerjaan di lapangan maupun di kantor. Bahkan risiko kematian, cacat, dan cedera, akibat kecelakaan kerja jelas sangat bertentangan dengan dasar kemanusiaan.

“Standar K3 yang belum dilaksanakan secara maksimal akan memunculkan adanya kecelakaan kerja. Masalah ini harus dibenahi, apalagi PTPN merupakan perusahaan besar,”ujarnya.

Sementara itu, Kabag Humas PTPN VII Cinta Manis Abdul Hamid ketika dikonfirmasi melalui selulernya tak kunjung diangkat. (ST)

Komentar

Berita Lainnya