oleh

Semrawut, Jaringan Kabel di Kayuagung Bahayakan Pengguna Jalan

OGAN KOMERING ILIR – Penataan tiang dan kabel jaringan utilitas baik telepon, internet, maupun listrik, masih menjadi persoalan yang mengganggu keindahan tata ruang di beberapa titik Kota Kayuagung. Hal ini terlihat dari berbagai kabel di ruas jalan mulai dari depan Kantor Dishub, DPRD OKI hingga ke Kantor Bappeda OKI tampak bergelantungan.

Pantauan Rabu (28/4/2021), kabel-kabel tersebut diduga sudah menjuntai sejak Selasa dini hari saat hujan disertai angin yang cukup kencang. Kondisi yang memang sudah berulang sering terjadi ini menganggu aktifitas warga sekitar yang lalu lalang berkendaraan.

Muhamad Amin, salah seorang pengendara mobil mengatakan, Pemerintah daerah melalui pihak terkait harus respon cepat terkait hal ini. “Pengawasan untuk hal seperti ini gak boleh minim, lihat saja utilitas jaringan kabel tidak teratur ini sangat mengurai kesemrawutan dan juga mengnggu kenyamanan jalan sebagai fasilitas umum,” katanya.

Sementara itu, Salah satu pemerhati lingkungan dan juga Ketua Lembaga Sosial Pendamping Sosial Masyarakat (P-SM OKI), H Welly Tegalega SH juga mengomentari perihal tersebut. Welly menilai masalah kesemrawutan jaringan tiang dan kabel itu sangat kontras dengan prestasi Kota Kayuagung yang digadang-gadang sebagai daerah yang bersih dan rapi

“Pemerintah sudah menata kota. Sudah mendapat prestasi di bidang tata kota. Tetapi jaringan kabel masih semrawut. Sebagai fungsinya kabel untuk menjangkau setiap tempat cenderung dikerjakan asal-asalan dan tidak rapi saat pemasangan, Ini harus segera ditata dan ditertibkan,” ungkap Welly.

Lebih lanjut Welly mengatakan, bahwa Kabel jaringan memiliki banyak jenisnya dan setiap kabel memiliki fungsi yang berbeda tergantung dari kebutuhan topologi yang digunakan dan disesuaikan kondisi lingkungan sekitar.

“Kabel rentan pada faktor cuaca, suhu dan beban, Pemasangan konektor  tergolong cukup rumit. seharusnya Provider yang dipasang mesti sesuai tipologi dan lingkungan, jangan sampai terindikasi kabelnya murah tapi justru cepat rusak lalu biaya perawatannya malah tinggi,” bebernya.

Kata Ketua PSM OKI ini memang tidak ada peraturan perundang-undangan khusus mengatur mengenai kabel di jalanan. Akan tetapi tentang kabel disebutkan dalam Undang-Undang Nomor 38 tahun 2004 tentang Jalan (“UU 38/2004”) dan Peraturan Pemerintah Nomor 34 Tahun 2006 tentang Jalan (“PP 34/2006”). Selain peruntukan, pemanfaatan ruang manfaat jalan dan ruang milik jalan wajib memperoleh izin.

“Dalam aturan Dijelaskan beberapa poin berkaitan dengan Kabel di Ruang Milik Jalan, dimana Setiap orang dilarang menggunakan dan memanfaatkan ruang manfaat jalan, ruang milik jalan, dan ruang pengawasan yang berdampak terganggunya fungsi jalan kecuali atas izin dan standarisasi yang berlaku,” jelasnya.

Berkenaan dengan masalah kabel yang tidak rapi atau semrawut sehingga mengganggu fungsi jalan diatur berdasarkan Pasal 41 PP 34/2006. “Apabila terjadi gangguan dan hambatan terhadap fungsi ruang milik jalan, penyelenggara jalan wajib segera mengambil tindakan untuk kepentingan pengguna jalan. pemerintah melalui instansi terkait pun harus menanggulangi hal tersebut,” tandasnya. ( NW.24)

Komentar

Berita Lainnya