oleh

Prabowo Buka Pintu untuk Ahok Koalisi di Pilgub Jakarta

Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto membuka kemungkinan untuk menduetkan calon gubernur dari partainya dengan Ahok. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Ketua Umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto membuka kemungkinan untuk menduetkan calon gubernur dari partainya dengan Ahok. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

JAKARTA I Ketua Umum sekaligus Ketua Dewan Pembina Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) Prabowo Subianto membuka pintu yang selebar-lebarnya untuk berkoalisi dengan partai lain dalam menghadapi Pemilihan Gubernur DKI Jakarta. Bahkan Prabowo membuka kemungkinan untuk berkoalisi dengan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang merupakan bekas kader Gerindra.

“Pak Prabowo bilang tidak menutup kemungkinan untuk berkoalisi dengan siapapun, baik itu kalangan partai ataupun calon independen, termasuk dengan Ahok,” ujar Wakil Sekjen Partai Gerindra Aryo Djojohadikusumo, Minggu (28/2/2016).

Menurut keponakan Prabowo itu, dalam menghadapi Pilgub Jakarta 2017 nanti segala kemungkinan bisa terjadi. “Apapun bisa terjadi. Gerindra bisa saja berpasangan dengan Ahok,” kata anggota Komisi VII DPR ini.

Bagi Prabowo, ujar Aryo, yang penting Gerindra mendapatkan calon dan pasangan calon yang terbaik dan bisa memenangkan Pilgub Jakarta. “Kebijakan Partai Gerindra adalah mendapatkan calon yang terbaik,” ucap Aryo.

Aryo menyatakan calon gubernur dan calon wakil gubernur yang akan diusung Gerindra tidak harus berasal dari putra Betawi. “Tidak seperti itu. Pak Prabowo juga tidak mengharuskan seperti itu,” kata Aryo.

Karena itu Aryo tak sependapat dengan pernyataan koleganya dari Gerindra yaitu Biem Triani Benjamin yang melontarkan isu ‘putra daerah’ menjelang Pilgub Jakarta. Sebelumnya Biem menyebut bahwa pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jakarta salah satunya harus orang asli Jakarta.

Aryo mengakui idealnya memang salah satu dari pasangan calon ada putra Betawi, namun hal itu bukan sesuatu yang mutlak. “Berdasarkan pengalaman Pak Prabowo sebagai mantan Danjen Kopassus dan mantan Pangkostrad memang kalau putra daerah itu sangat mengenal medan lapangannya,” tuturnya.

Pengamat politik dari Universitas Indonesia, Boni Hargens, berpendapat pernyataan Prabowo yang membuka kemungkinan untuk berkoalisi dengan Ahok di Pilgub Jakarta adalah bukan sekadar omong kosong.

“Itu pernyataan yang serius dari Prabowo. Dia (Prabowo) bukan orang yang dendam, Prabowo orangnya rasional dan tidak asal berbicara soal membuka kemungkinan koalisi dengan Ahok,” kata Boni kepada CNN Indonesia.com, Minggu (28/2). “Bisa saja Gerindra menggandeng Ahok.”

Boni mengatakan bahwa Ahok juga sangat perlu berkoalisi dengan kalangan partai politik untuk memudahkan memenangkan pertarungan di Pilgub Jakarta. “Akan sulit bagi Ahok untuk bisa menang kalau tidak menggandeng partai politik,” ujar Boni.

Gerindra, kata Boni, sebagai partai besar memiliki kekuatan di Jakarta dalam memperebutkan kursi gubernur. Menurut Boni, Ahok dipastikan bakal kesulitan jika tidak bekerja sama dengan kalangan partai saat pilgub digelar.

“Relawan Ahok dari jalur independen tidak mempunyai cukup kekuatan untuk bisa mengawasi dan mengawal surat suara ketika penghitungan suara nanti. Prosesnya tidak sederhana, hanya orang partai yang bisa dan mempunyai pengalaman untuk itu,” tutur Boni.

Boni menambahkan, secara personal Figur Ahok sebagai calon incumbent sulit bisa ditandingi oleh calon lainnya. “Popularitas Ahok sangat tinggi dan kerja nyatanya sudah dibuktikan kepada warga Jakarta selama ini,” kata Boni. (CNN)

Komentar

Berita Lainnya