oleh

Pesan Mantan Penyintas Covid 19, Jaga Imun Paksakan Tidur Sesuai Jadwal 

Ogan Komering Ilir | Virus Covid-19 bisa menyerang siapa saja dan kapan saja jika seorang lalai menjaga dirinya dengan tidak mematuhi protokol kesehatan. Seperti yang pernah dialami Sekretaris Daerah OKI H Husin SPd MM. Setelah kesembuhannya ia terus berusaha menjaga diri dengan meningkatkan imun.

Tidak ada jaminan siapa yang sudah terpapar menjadi kebal virus. Hal ini menjadi pegangan Sekretaris Daerah OKI, H Husin SPd MM dalam melawan penyebaran wabah Covid -19 setelah pada September lalu ia dan istrinya pernah terpapar virus mematikan tersebut.

Sekretaris Pemerintah Kabupaten OKI, H Husin SPd MM mengatakan, pengalamannya yang sudah pernah terpapar Covid-19 dan dinyatakan positif setelah menjalani swab dan isolaasi menjadikannya selalu mematuhi protokol kesehatan.

“Sekarang ini memakai masker meskipun di rumah,”terangnya beberapa waktu lalu. Semua anggota keluarganya di rumah selalu memakai masker, apalagi sekarang ada cucu ketika ingin berinteraksi dengannya harus mencuci tangan, mengganti pakaian ketika pulang dari bekerja dan memakai masker.

Selain itu yang tak kalah penting juga agar bisa menghindari paparan virus ini selalu memegang prinsip  bekerja on the track.  jangan macam-macam serta istirahat yang cukup, ketika datang istirahat jangan ditambah lagi.  Setiap jam 22.00 WIB dipaksakan tidur meski banyak pekerjaan kantor dibawa ia tetap tidur sesuai jadwal yang sudah ditentukan, kalaupun bangun   pukul 02.00 WIB bisa kembali melanjutkan pekerjaan kantor. Pagi hari rutin mengkonsumsi banyak buah seperti buah pir, apel atau pisang yang bisa meningkatkan imun.

Seperti handsanitizer  juga disiapkan baik di rumah, di mobil maupun kantor. Minyak kayuputih juga tidak dilupakan dan bisa ditaburi pada masker yang dipakai atau tangan. Karena  tidak tahu setiap hari bertemu dengan siapa saja, jadi ini cara waspada dari penularannya.

Memang awalnya kaget dan bertanya kenapa ia bisa terpapar virus tersebut apalagi istrinya juga terpapar. Tapi ia tidak panik  Kalaupun sudah dinyatakan positif  jangan dijadikan beban fikiran, tidak terpengaruh dengan dampak sosial dimana orang mulai menjaga jarak saat bertemu menghindar.

“Peduli amat yang penting kita  punya keyakinan covid bisa ditaklukkan  karena ini penyakit,”kenangnya.

Setelah mendapat pengalaman berharga tersebut, ia  mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kemungkinan yang terjadi meski di wilayah OKI saat ini cukup aman jangan sampai lalai. Contohnya ia bisa terpapar Covid-19 beberapa waktu lalu itu karena lalai dan ini dijadikan pelajaran berharga.(jangmat)

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun

Komentar

Berita Lainnya