Bangka – Masyarakat petani bawang merah di Bangka mengeluhkan adanya penyakit Moler. Jenis penyakit ini umumnya, menyerang saat tanaman bawang usia mencapai 35-45 hari setelah tanam.
Sarwani, salah satu petani yang tergabung di dalam Kelompok Indo Tani Desa Labu, Kecamatan Puding Besar, Kabupaten Bangka menjelaskan, penyakit ini menyerang lantaran bawang merah yang ditanam kelompoknya memasuki musim penghujan.
“Kita saat menanam bawang kemarin memasuki musim penghujan. Jadi penyakit Moler ini menyerang. Alhamdulillah bisa diatasi,” kata Sarwani.
Beberapa gejala serangan penyakit moler memiliki ciri-ciri tanaman bawang merah mendadak layu, akar tanaman membusuk dan mudah dicabut, daun tanaman terkulai serta melintir dan mengerut.
“Umbinya membusuk dan juga terdapat jamur berwarna putih yang membuat tanaman bawang merah hati,” bebernya.
Guna mengatasi hal ini, Kelompok Indo Tani kata dia menggunakan prinsip jamur makan jamur. Selain itu juga menggunakan pestisida nabati.
Sarwani menerangkan, dari lahan 0,37 hektare yang dikelola saat ini, dapat menghasilkan hampir 200 kilogram. Untuk menghasilkan hasil maksimal, pihaknya kata Sarwani mencukupi kebutuhan tanaman baik dengan pupuk atau lainnya.
“Kita gunakan pupuk agar berat bawang merah bertambah. Bahkan ada yang bisa mencapai 22 umbi. Ini luar biasa,” tutupnya. (doni)













