pemkab muba pemkab muba pemkab muba pemkab muba
Pemprov Sumsel

Pemprov Sumsel Gencar Tingkatkan Pengetahuan Kader Kesehatan Tentang Pentingnya Bantuan Hidup Dasar

98
×

Pemprov Sumsel Gencar Tingkatkan Pengetahuan Kader Kesehatan Tentang Pentingnya Bantuan Hidup Dasar

Sebarkan artikel ini
Pemprov Sumsel Gencar Tingkatkan Pengetahuan Kader Kesehatan Tentang Pentingnya Bantuan Hidup Dasar
pemkab muba

PALEMBANG- Gubernur Sumsel H  Herman Deru didampingi Ketua TP PKK Provinsi Sumsel Hj Feby Deru secara resmi membuka Jambore Kader Kesehatan Provinsi Sumsel dalam Kegiatan Sosialisasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) Tahun 2023 di Gedung Asrama Haji Palembang, Rabu (6/9) pagi.

Menurut Gubernur Herman Deru melalui sosialisasi BHD ini, para kader kesehatan Sumsel diharapkan semakin cermat melakukan antisipasi saat menemui kasus henti napas di lingkungan terdekat. Untuk itu kemampuan inipun diharapkan dapat ditularkan oleh para kader kesehatan ini kepada masyarakat luas.

“BHD ini tampaknya memang sederhana, sepele.  Selama ini misalnya  ada teman kita yang tiba-tiba pingsan kita suka kaget. Nah dengan pengetahuan BHD kita tidak akan kaget tapi justru bisa melakukan tindakan pertolongan dengan benar. Jadi tidak asal menolong sehingga berakibat fatal,” jelasnya.

Iapun menghimbau agar kegiatan sosialisasi BHD ini divideokan sehingga dapat menjadi bahan pembelajaran bagi kader kesehatan di 17 kab/kota lainnya.

Bantuan hidup dasar perlu dilakukan dengan teknik yang tepat agar dapat meningkatkan peluang seseorang mempertahankan nyawanya. Kerusakan otak permanen setelah terputusnya pasokan oksigen dapat terjadi dalam jangka waktu 4 – 10 menit, oleh karena itu penting untuk segera melakukan bantuan hidup dasar kepada mereka yang membutuhkan pertolongan.  Lebih jauh dikatakan Gubernur Herman Deru, Pemprov Sumsel sudah berjuang keras untuk mewujudkan masyarakat yang sehat maju untuk semua. Pembangunan Kesehatan menjadi perhatian utamanya disamping program-program lain.

Berbagai indikator-indikator kesehatan di Sumsel menurutnya juga sudah melampaui target yang ditetapkan salah satunya angka stunting yang turun cukup signifikan.  Tahun 2022 angka penurunan  sebesar 6,2% menjadi sebesar 18,6%, angka tersebut lebih rendah dari angka stunting nasional yaitu sebesar 21,6%.

“Capaian yang menggembirakan ini berkat kerjasama kita semua, terutama para Kader-Kader Kesehatan terutama kader Posyandu yang diantaranya hadir diruangan ini. Karena itu Saya sangat mengapresiasi dedikasi, dan layanan yang telah ibu-ibu berikan,” jelasnya disambut tepuk tangan kader kesehatan yang hadir.

Sejak awal-awal menjabat tahun 2019 Pemprov Sumsel menurutnya sudah menganggarkan dana untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Yakni dengan membantu setiap Desa/Kelurahan untuk pengembangan Desa/Kelurahan, TP PKK, Karang Taruna dan Posyandu. Dimana agar Posyandu di Sumatera Selatan ini semua mempunyai peralatan yang standar dan digital dan tidak.lagi menimbang Bayi/balita pakai Dacin, namun harus diganti dengan timbangan digital berupa antropometri kit yakni alat pemantau tumbuh kembang digital.

Ia menargetkan dari 6.693 Posyandu se-Sumatera Selatan target tahun ini semua sudah harus mempunyai Alat yang standar. Upaya ini tak lain untuk memicu agar kabupaten-kota, desa/kelurahan, kelompok dunia usaha, atau organisasi masyarakat dan seluruh masyarakat ini dapat bersama-sama perhatian dan mau berperan meningkatkan derajat kesehatan dengan terjun langsung ke Posyandu yang saat ini sudah menjadi salah satu Lembaga Kemasyarakatan Desa/Kelurahan.

“Ini upaya kita membangkitkan dan mengaktifkan kembali Posyandu. Karena selama ini banyak Posyandu yang sudah terbengkalai padahal Posyandu adalah garda terdepan yang dapat membantu pemerintah mewujudkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu Gubernur Herma  Deru juga menjelaskan kepada para kader kesehatan tentang pentingnya mengubah mindset dari sekedar konsumen menjadi produsen. Sehingga masyarakat tidak lagi khawatir jika terjadi kenaikan harga bahan pangan karena sudah mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri.  > Kk Ade: “Legacy ini lebih penting daripada legacy arsitektur. Karena melalui Gerakan Sumsel Mandiri Pangan (GSMP) kita sudah dapat rapotnya angka stunting turun drastis dan kita menjadi masuk 10 besar Provinsi yang mampu mengendalikan inflasi,” jelasnya.

Sementara itu Ketua Pelaksana Kegiatan sekaligus Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel Dr. Trisnawarman mengatakan bahwa Jambore kader  adalah merupakan pesta kader dalam rangka bersilaturahim, tukar menukar informasi antara sesama kader, Jambore kader merupakan wujud apresiasi, reward untuk kader sebagai ucapan terimakasih dengan jerih payah kader dalam penyelenggaraan Posyandu di 17 kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Selatan.

Posyandu sebagai salah satu Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) perlu didukung parasarana dan sarana yang memenuhi standar, serta sumberdaya  dengan kader yang harus mumpuni. Maka dengan jambore kader ini para kader akan mendapat berbagai ilmu dalam penyelenggaraan posyandu, Pengembangan kompetensi kecakapan kader dalam melaksanakan posyandu.
Pada Jambore kader ini, kader juga dibekali ilmu untuk membantu masyarakat dalam keadaan darurat dan henti napas sehingga dapat mencegah terjadinya kematian, dengan pengetahuan Bantuan Hidup Dasar (BHD) menjadikan kader tanggap dan terampil mengatasi  kondisi darurat sebelum tenaga medis datang untuk mencegah kematian.

Kegiatan hari dihadiri oleh Para Undangan Perwakilan dari OPD Prov.Sumsel, Dinas Kabupaten/Kota perwakilan pemenang Lomba Posyandu Berprestasi Tingkat Prov.Sumsel, Desa/Kelurahan Ber-PHBS Tingkat Prov.Sumsel dan Penganugerahan penghargaan sumber daya manusia kesehatan teladan di fasilitas pelayanan kesehatan Tingkat Prov Sumsel tahun 2023; Perwakilan Perusahaan atau Dunia Usaha Peduli Kesehatan. Dan juga PMI Provinsi.

Lebih jauh dikatakannya bahwa Pemprov Sumsel terutama selama kepemimpinan Gubernur H.Herman Deru mempunyai perhatian yang besar terhadap Posyandu dan Kader Posyandu.
Sumana saat ini Posyandu yaitu 6.693 Posyandu di Sumatera Selatan telah mempunyai Alat Pemantauan Tumbuh Kembang yang lengkap.  Sesuai arahan Gubernur Sumsel agar Posyandu tidak boleh memakai timbangan Dacin lagi, dan ternyata kebijakan ini menjadi ditiru oleh pemerintah pusat yaitu Kementerian Kesehatan, yang mana sekarang sudah menjadi kebijakan nasional bahwa timbangan Dacin tidak boleh lagi dipakai.

“Tujuan dilaksanakan Jambore kader ini antara lain meningkatkan wawasan dan pengetahuan kader dalam penyelenggaraan posyandu. Meningkat pengetahuan dan ketrampilan kader dalam Bantuan Hidup Dasar serta meningkatkan motivasi kader untuk lebih bersemangat dalam penyelenggaraan posyandu serta Pembinaan kader dan pembekalan kompetensi kader,”  jelasnya.

Adapun Kegiatan jambore kader pada hari ini diikuti oleh 1.050 orang kader kesehatan/kader posyandu terdiri dari 902  Kader Kesehatan/Posyandu dari Kota Palembang,  ditambah  148 kader posyandu dari Kabupaten/Kota yang akan mengikuti kegiatan dari tanggal mulai tanggal 5 s.d. 8 September 2023.

Mereka ini dilatih oleh para  Instruktur tang berjumlah  100 orang Instruktur yang terdiri dari Dokter dan perawat yang telah punya sertifikat BTCLS yang berasal dari PSC 119 Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, Dinas Kesehatan Kota Palembang,  HIPGABI Sumsel, PERDATIN Sumsel., Yayasan Jantung Indonesia Provinsi Sumsel, dan HIPERCCI Sumsel.

Hadir dalam kesempatan itu Ketua TP PKK Provinsi Sumsel Hj. Feby Deru, Wakil Ketua TP PKK Provinsi Sumsel Hj. Fauziah Mawardi Yahya, Ketua Perdatin Sumsel dr. Zulkifli sejumlah kepala OPD di lingkungan Pemprov Sumsel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *