oleh

Pemprov Babel Sedang Persiapkan Kawasan Isolasi Terpadu Covid-19

SIMPANG RIMBA – Langkah penanggulangan Covid-19 terus diupayakan Gubernur Bangka Belitung (Babel), Erzaldi Rosman. Dalam waktu dekat, orang nomor satu di Babel itu akan mengeluarkan kebijakan strategis lain dengan membuka kawasan Isolasi Terpadu (Isoter).

“Nanti kami akan membuka namanya kawasan Isolasi Terpadu (Isoter). Jadi tidak ada lagi istilahnya isolasi mandiri. Pemprov Babel akan menyediakan sekitar 350 kamar untuk pasien Covid-19,” katanya, Minggu (1/8/21).

Kebijakan itu diambil sebagai langkah lanjutan terhadap evaluasi pelaksanaan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) level 4 bersama Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Sabtu kemarin.

“Ini dampak setelah kita melihat data evaluasi kemarin, insya Allah nanti kita akan rapat bersama satgas Kabupaten/Kota terkait kebijakan tambahan untuk memperkuat kebijakan isolasi terpadu,” ujarnya.

Dijelaskan Gubernur Erzaldi usai melakukan _touring trail_ bersama Kapolda Babel Irjen Pol Anang Syarif Hidayat, dan Danrem 045/Garuda Jaya Brigjen M. Jangkung Widyanto menjelajahi Desa Permis-Sebagin, Kabupaten Bangka Selatan (Basel) Dengan adanya Isoter ini akan memudahkan proses penanganan Coronavirus, karena akan terpusat pada satu tempat.

Selain Pemprov Babel, Gubernur juga akan memerintahkan Pemerintah Kabupaten/Kota untuk menyiapkan hal yang sama (Isoter) di wilayah masing-masing.

“Dengan isoter ini akan memperbanyak _tracing_ dan _testing_. Kita juga akan minta Kabupaten/Kota menyiapkan itu. Terkait konsumsi pasien menggunakan dapur umum,” katanya.

Gubernur yang akrab disapa Bang ER ini juga tak henti-hentinya mengimbau kepada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan 5M (mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas dan interaksi) dalam menjalani aktivitas sehari-hari.

“Kita ingin memberikan edukasi kepada masyarakat agar mereka tetap waspada. Jangan merasa diri sehat, padahal mereka orang yang terpapar. Bagi mereka tidak apa-apa, tapi bagi yang imunitasnya lemah akan jadi bahaya. Kalau sampai positif mereka akan diisolasi terpadu,” katanya menegaskan. (Rangga)

Komentar

Berita Lainnya