oleh

Pemerintah Genjot Penertiban PKL di Palembang

Ilustrasi-penertiban-pedagang
Ilustrasi-penertiban-pedagang

PALEMBANG I Pemerintah Kota (Pemko) Palembang melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Palembang terus melakukan penertiban pedagang kaki lima (PKL) yang masih nakal berjualan di pinggiran jalan utama kota Palembang.

“Kita tiap hari lakukan penertiban PKL ini, mulai dari kawasan Demang Lebar Daun sampai sepanjang jalan Sudirman,” ungkap Kepala Satpol PP Palembang, Tatang Dukadireja,  Jumat (22/1/2016).

Selain itu, sambungnya, bukan hanya melakukan penertiban di pagi dan siang hari, pihaknya pun melakukan patroli rutin pada malam hari untuk menertibkan pedagang yang masih melanggar aturan.

“Kalau malam kita tetap patroli rutin dengan mengerahkan anggota pol pp yang kita punya. Karena ada saja pedagang yang masih kucing-kucingan dengan kita. Mereka kira hanya ditertibkan pagi hari saja, padahal malam hari juga tetap kami lakukan penertiban,” terang Tatang.

Menurut Tatang, pedagang yang masih saja melanggar aturan berjualan di pinggir jalan ini belum memiliki perasaan memiliki terhadap kota Palembang.

“Kalau mereka ada rasa memiliki kan pasti ada keinginan untuk ikut menjaga kerapian dan juga kebersihan, bukannya malah merusak estetika dengan berjualan di pinggir jalan,” tuturnya.

Selama penertiban, diakui Tatang, masih banyak pedagang yang mengulangi kesalahan meski sebelumnya sudah diperingatkan oleh petugas.

“Sosialisasi itu awal dari penertiban yang kami lakukan, itu juga sebagai peringatan kepada pedagang agar tidak mengulangi kesalahan. Tapi, ada saja pedagang yang tidak bisa diperingati, dengan alasan mencari nafkah untuk keluarga. Pemerintah tidak pernah melarang mereka berjualan, asal jangan sampai melanggar aturan yang sudah ada,” katanya lagi.

Dari hasil sidang yustisi yang dilakukan setiap minggu, kata Tatang, jumlah pedagang yang terkena penertiban berjumlah 30 hingga 50 pedagang setiap minggunya.

“Dari semua pedagang yang terkena penertiban ini, ada yang dikenakan sanksi berupa denda dan juga ada yang hanya dilakukan peringatan jika baru pertama kali melakukan kesalahan,” ungkapnya.

Pihaknya akan terus melakukan penertiban para PKL yang berjualan di pinggir jalan sesuai dengan instruksi dari Gubernur dan Walikota yang menginginkan Palembang jadi kota yang rapi dan bersih. “Penertiban akan ditingkatkan intensitasnya menjelang Asian Games,” tukasnya.(Supardi)

Komentar

Berita Lainnya