oleh

Pegiat Kopi Asal Netherlands Sarankan Petani Kopi Pagaralam Tidak Menggunakan Bahan Kimia

Pagaralam | Stevani pegiat kopi dari Netherlands, sangat kagum dengan keindahan alam dan pertanian di Kota Pagaralam. 

Stevani mengatakan, Pagaralam itu cantik. Dan sangat potensial untuk kemajuan kopi berjenis robusta. Karna jenis ini diminati di negaranya

“Kultur dan iklim kota Pagaralam sangat bagus dan sangat alami serta masih asri,” ujarnya saat mengunjungi Perkebunan Kopi Dusun Muarasiban Kecamatan Dempo Utara, Selasa (23/7).

Untuk itu, kata Stevani alangkah baiknya kalau petani kopi di Pagaralam jangan menggunakan bahan kimia. 

“Saya yakin jika menggunakan pupuk bahan alami, seperti kompos atau dedak kopi ataupun dicampur dengan kotoran hewan, kopi jenis robusta ini akan lebih baik lagi hasilnya,” urainya.

Selain itu Stefani juga memberikan pengetahuan tentang tata cara pengolahan perkebunan kopi dengan sistem tumpang tindih yang saat ini sedang di uji coba pada salah satu kebun milik warga sekitar diharapkan nantinya akan menjadi contoh untuk petani sekitar bahwa menggunakan bahan alam akan lebih baik serta tidak merusak lingkungan.

Terpisah Tizen warga yang kebunnya menjadi percontohan mengatakan dirinya sangat menyambut niat baik dari Stefani untuk menjadikan kebun kopi ini sebagai percontohan pengolahan perkebunan kopi memakai pupuk bahan alam dan tumpang tindih.

Sebenarnya dahulu, cara pengolahan yang diterapkan Stefani ini sudah dilakukan sejak lama, tapi seiring berjalannya waktu hampir seluruh masyarakat Pagaralam lebih mengutamakan menggunakan bahan bahan kimia untuk mengolah perkebunan kopi.

” Saya salut, orang dari luar saja peduli masa kita putra putri besemah malah tidak peduli,” Ujar Tizen.(Digo)

Komentar

Berita Lainnya