oleh

Kini Bukan Zamannya Lagi Menjadi Pemuda Pendiam dan Pasif

PANGKALANBARU – Di zaman now peran generasi milenial sangatlah diharapkan, untuk menjadi agen perubahan (agent of change). Mengingat ide-idenya yang selalu segar, pemikirannya yang kreatif dan inovatif diyakini akan mampu mendorong terjadinya transformasi dunia ke arah lebih baik lagi, melalui perubahan dan pengembangan.

Hal itu dikatakan Kepala Dinas Pariwisata Kebudayaan dan Kepemudaan Olahraga (Disparbudkepora) Babel, Suharto saat membacakan sambutan Gubernur Babel sekaligus membuka secara resmi Kegiatan Pelatihan Peningkatan Karakter Pemuda Dalam Era Digital Tahun 2021di Hotel Santika, Kabupaten Bangka Tengah, Senin (14/06/2021) malam.

Kadisparbudkepora Suharto menjelaskan, dunia saat ini sudah move on memasuki era milenial. Era ini digambarkan sebagai periode waktu dimana teknologi berkembang dengan pesat dan menjadi sebuah gaya hidup bagi generasi di dalamnya.

‘’Generasi milenial menjadi sebutan bagi orang yang lahir sekitar tahun 1980 hingga 1999. Artinya, masyarakat yang kini berusia 16 sampai dengan 30 tahun diklasifikasikan sebagai kaum milenial,’’ ungkapnya.

Ia juga mengatakan, revolusi digital adalah perubahan dari teknologi mekanik dan elektronik analog ke teknologi digital yang telah terjadi sejak tahun 1980 dan berlanjut sampai hari ini.

‘’Revolusi itu pada awalnya mungkin dipicu oleh sebuah generasi remaja yang lahir pada tahun 80-an. analog dengan revolusi pertanian, revolusi industri, revolusi digital menandai awal era informasi,’’ katanya.

‘’Revolusi digital ini telah mengubah cara pandang seseorang dalam menjalani kehidupan yang saat canggih saat ini. sebuah teknologi yang membuat perubahan besar kepada seluruh dunia, dari mulai membantu mempermudah segala urusan sampai membuat masalah karena tidak bisa menggunakan fasilitas digital yang semakin canggih ini dengan baik dan benar,’’ tegasnya.

Lebih jauh Kadisparbudkepora mengatakan, sudah bukan zamannya lagi menjadi pemuda hanya sekadar untuk menjadi pelaku yang pasif atau hanya pendiam akan perubahan sosial yang sekarang terjadi.

‘’Pemuda harus memberi pola warna perubahan dengan warna masyarakat yang akan di tuju dari perubahan itu yaitu masyarakat yang adil dan makmur, pemuda haruslah menjadi agen pemberdayaan,’’ tambahnya.

Dirinya berharap, pemuda milenial mampu membawa setiap revolusi digital menjadi berkembang lebih baik, guna demi tercapainya indonesia maju serta dapat mensejahterakan masyarakat indonesia pula.

‘’Semoga semangat para pemuda dalam menatap dan ikut membangun dunia ini harus terus menjadi obor penyemangat bagi pengabdian pemuda indonesia dalam ikut serta berpartisipasi mangangkat bangsa dan tanah air tercinta di kancah dunia,’’ harapnya.

Kegiatan Pelatihan Peningkatan Karakter Pemuda Dalam Era Digital berlangsung selama lima hari dimulai dari tanggal 14 sampai dengan 18 Juni 2021 dan diikuti sebanyak 50 peserta yang berasal dari Kabupaten/Kota se Babel.

Turut hadir Asisten 1 Pemerintahan dan Kesra Pemkot Pangkalpinang, Kabid Pengembangan dan Pemberdayaan Pemuda Kadisparbudkepora Babel, Arwendi beserta seluruh peserta Pelatihan. (rel/reza)

Komentar

Berita Lainnya