oleh

Kasus Zaskia Harus Jadi Pembelajaran Figur Publik

Aktor yang juga legislator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Krisna Mukti mengatakan, kasus yang menimpa Zaskia Gotik harus dijadikan pelajaran bagi stasiun televisi maupun figur publik. (Detikcom/Noel)
Aktor yang juga legislator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Krisna Mukti mengatakan, kasus yang menimpa Zaskia Gotik harus dijadikan pelajaran bagi stasiun televisi maupun figur publik. (Detikcom/Noel)

JAKARTA I Aktor yang juga legislator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Krisna Mukti mengatakan, kasus yang menimpa Zaskia Gotik harus dijadikan pelajaran bagi stasiun televisi maupun publik figur.

Zaskia diduga telah melecehkan lambang negara Pancasila saat tampil di salah satu stasiun televisi Indonesia.

Krisna meminta ke depan pemerintah memberikan peringatan serius kepada stasiun televisi dan figur publik yang melecehkan lambang negara.

“Agar pristiwa seperti ini tidak terjadi lagi di masa yang akan datang,” kata Krisna, Jumat (18/3).

Dia menyayangkan sikap Zaskia. Harusnya sebagai figur publik, Zaskia lebih sensitif untuk tidak mengeluarkan perkataan yang merendahkan Pancasila sebagai lambang negara.

“Jangan bilang tidak tahu karena dari kecil kita sudah belajar tentang Pancasila yang merupakan ideologi bangsa kita. Kalau ideologi pribadi saja diejek orang lain kita marah apalagi ini ideologi bangsa kita,” tuturnya.

Krisna meminta Zaskia minta maaf secara serius kepada seluruh rakyat Indonesia. “Bukan sambil jalan ke bandara atau sambil wawancara di lobby depan gedung,” ucapnya.

Sementara itu legislator Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Okky Asokawati mengatakan, agen dan manajer aktris harus memberikan edukasi memberikan bekal kepada bintang panggung dengan kompetensi-kompetensi yang memadai.

Dia mempertanyakan apakah Zaskia memahami adanya peraturan yang tidak memperbolehkan pelecehan terhadap lambang negara.

“Karena kalau dia tidak tahu hukumannya tidak seberat kalau dia tahu itu enggak boleh. Jadi mesti ditanya dulu, tau enggak dia ada aturan seperti itu,” tuturnya.

Okky menilai, pengetahuan Zaskia perihal lambang-lambang Pancasila juga harus diselidiki. “Siapa tau dia enggak ngerti makanya dia asal ngomong saja seperti gitu,” tuturnya.

Menurut Okky, publik figur tidak hanya mengadalkan bakat komedi untuk mempertahankan eksistensi. Seorang bintang pangung harus memiliki kompetensi dan pengetahuan yang luas agar dapat memberi contoh kepada masyarakat.

“Dunia barat selebnya bisa eksis karena memiliki kompetensi yang banyak. Dia bisa melakukan seni peran, bernyanyi, presenter dan lain-lain. Saat diwawancara mereka juga jawabannya bagus karena membekali dirinya dengn kompetensi,” tuturnya.

Legislator Partai Golkar Tantowi Yahya berharap, kasus yang menimpa Zaskia menjadi peristiwa publik figur terkahir yang dianggap melecehkan lambang negara.

“Yang namanya SARA, lambang, simbol negara, itu tidak boleh jadi bahan olok-olok. Karena di samping menyinggung, juga melanggar UU,” kata Tantowi.

Tantowi menilai permintaan maaf Zaskia dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam mengambil keputusan apabila kasus ini hendak dibawa ke ranah yang lebih jauh.

“Kita kan nggak tahu apakah itu karena ketidaktahuan atau ketidaksengajaan. Tapi yang jelas atas permintaan maaf itu, aparat penegak hukum juga dapat bersikap,” tuturnya.

Sejauh ini, setidaknya ada dua laporan yang diterima Polda Metro Jaya memprotes pernyataan merendahkan Zaskia atas lambang negara. Laporan pertama adalah dari LSM Komunitas Pengawas Korupsi (KPK) bernomor polisi LP/1275/III/2016/PMJ/Ditreskrimsus.

Dalam laporan itu, Zaskia disebut melanggar Pasal 57 juncto Pasal 68 UU Nomor 24 tahun 2009 Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara serta Lagu Kebangsaan.

Pasal 57 UU Nomor 24/2009 menyebutkan, setiap orang dilarang merusak lambang negara dengan maksud menodai, menghina, atau merendahkan kehormatan lambang negara.

Ketentuan pidana terhadap orang yang menghina dan merendahkan kehormatan lambang negara diatur dalam Pasal 68 UU Nomor 24/2009 dengan pidana penjara maksimal lima tahun atau denda Rp500 juta.

Laporan kedua datang dari Anggota DPD Fahira Idris. Fahira menyebut, pelaporan Zaskia ke polisi atas permintaan ratusan konstituen yang menilai bahwa pernyataan Zaskia sangat mengecewakan. (CNN)

Komentar

Berita Lainnya