oleh

Kasus Positif COVID-19 di Palembang Bertambah 12 Hari Ini

Beritamusi.co.id – Laporan situasi perkembangan penanganan COVID-19 di Kota Palembang per tanggal 3 November 2020 menunjukkan adanya penambahan pada konfirmasi positif, pasien sembuh, dan pasien meninggal.

Kasi Pencegahan dan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kota Palembang, Yudhi Setiawan menyebutkan, kasus konfirmasi positif COVID-19 hari ini bertambah 12 orang sehingga totalnya kini mencapai 3.530 orang.

Penambahan juga terjadi pada laporan kesembuhan yakni sebanyak 31 orang, maka total jumlahnya kini 2.903 orang sembuh. Begitu juga dengan angka meninggal bertambah sebanyak 3 orang sehingga total meninggal di Palembang menjadi 210 orang.

“Ya hasil lab menunjukkan ada penambahan data, termasuk meninggal 3 orang dan sembuh 31 orang,” ujar Yudhi, Selasa sore (03/11).

Sekadar informasi, Provinsi Sumatra Selatan sebelumnya masuk dalam lima besar provinsi tertinggi persentase kematian akibat COVID-19. Hal ini berdasarkan laporan Satgas Penanganan COVID-19 terkait perkembangan terkini per tanggal 27 Oktober 2020.

Menanggapi hal ini, Tim Pakar Satgas Penanganan COVID-19 Sumsel, Prof. Yuwono mengatakan, mestinya pemerintah pusat tidak menghitung angka kematian dalam bentuk persentase. Sebab, kematian itu menyangkut jiwa yang sepatutnya tidak dihitung dengan persentase.

“Sebaiknya hitung dengan angka multak saja, dari angka itu bisa dilihat bahwa angka kematian Sumsel tidaklah tinggi, bahkan jauh lebih kecil dari Jakarta,” katanya kepada fornews.co.

Direktur RS Pusri ini menjelaskan, kasus kematian terhitung sebanyak 410 orang pada 27 Oktober kemarin. Jika angka kematian dibagi dengan jumlah penduduk Sumsel maka persentase hasilnya tidak sampai 1%.

“Persentase kematiannya kecil sekali, pusat mesti pahami kondisi daerah,” tuturnya.

Sebelumnya, Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19, Prof. Wiku Adisasmito mengungkapkan, kelima provinsi dengan kematian tertinggi berada di Jawa Timur dengan persentase 7,24%, Nusa Tenggara Barat 5,64%, Sumatra Selatan 5,47%, Jawa Tengah 5,44%, dan Bengkulu 5,02%.

“Angka kematian di Indonesia harus diturunkan dan harus mengejar rata-rata dunia atau menjadi lebih rendah,” kata Wiku dalam keterangan pers, Selasa (27/10). (Fn)

#satgascovid19

#ingatpesanibu

#ingatpesanibupakaimasker

#ingatpesanibujagajarak

#ingatpesanibucucitangan

#pakaimasker

#jagajarak

#jagajarakhindarikerumunan

#cucitangan

#cucitangandengansabun

Komentar

Berita Lainnya