oleh

Jalan Rusak Parah Petani Karet di Cengal Mengeluh, Biaya Angkut Hasil Pertanian 2 Kali Lipat

Ogan Komering Ilir | Para Petani Karet di Kecamatan Cengal Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan mengeluh karena harus mengeluarkan biaya atau ongkos angkut hasil pertanian lebih besar dari biasanya karena kerusakan jalan di daerah tersebut.

“ Akibat parahnya kerusakan jalan di daerah ini, biaya angkut hasil pertanian naik hingga 50%,”  ujar Andi (47) salah satu warga cengal.

Menurutnya, kerusakan ruas jalan di daerah ini sebenarnya bukan hal yang baru. Bahkan hal ini terus berulang setiap musim hujan karena tak kunjung diperbaiki. Kini, kerusakan jalan tersebut cukup parah bahkan sudah di kedalaman 1,5 meter.

Hal ini berdamapak pada naiknya ongkos atau biaya angkut hasil pertanian petani di wilayah tersebut. “Kalau musim kemarau para petani masih bisa mengangkut hasil pertanian meskipun jalannya rusak tapi sejak musim hujan kedalaman air mencapai 1,5 meter sehingga kami terpaksa estapet guna mengangkut hasil pertanian dan itu memakan biaya yang tidak sedikit,”ungkapnya.

Menurutnya, meskipun harga karet saat ini mengalami kenaikan tetapi pihaknya juga harus mengeluarkan biaya angkut yang tidak sedikit karena Ketika dijalan rusak tersebut mobil tidak bisa melintas sehingga pihaknya harus menurunkan hasil pertaniannya dan memindahkan ke mobil yang lainnya.

“Untuk memindahkan karet dari mobil satuke mobil lainnya yang ada di seberang seberang jalan kita harus mengeluarkan biaya tambahan dan ini sangat memberatkan petani,”kata dia.

 

Baca Juga:  Parah, Kerusakan Jalan di Kecamatan Cengal Seperti Kolam Pemancingan

 

Hal senada juga diungkapkan petani lainnya Dian (21), Menurutnya, kerusakan jalan yang cukup parah tersebut bukan hanya merugikan petani yang harus mengeluarkan biaya dua kali lipat tapi juga rawan rawan dengan kecelakaan, kemudian kendaraan bermotor baik mobil maupun sepeda motor sering terperosok dan rusak.

“Seperti kalian lihat di medsos ada motor yang nyemplung itu benar dan begitulah kondisinya, dan ini terus terjadi selama bertahun-tahun bahkan kesannya pemerintah menutup mata dengan kondisi yang kami alami ini,”terangnya.

Sementara itu, Koordinator Pemuda Peduli Daerah Paisal menyatakan kalau melihat kondisi jalan menuju Kecamatan Cengal Kabupaten OKI begitu sangat memprihatinkan, seperti layaknya bak kubangan kerbau.

“Ada beberapa spot atau titik kerusakan jalan. Terutama jalan poros di Tulung Bulo menuju ke Desa Cengal sepanjang 100 meter. Inikan jalan kabupaten yang sudah semestinya menjadi tanggung jawab Pemkab,” tutur mahasiswa UIN Raden Fatah Palembang ini.

Saat ini, masih kata Paisal, kondisi jalan digenangan air sehingga tidak bisa dilalui kendaraan baik roda dua maupun empat.

Bahkan buruknya akses jalan menuju Kecamatan Cengal berimplikasi terhadap putusnya segala aktivitas masyarakat.

“Pantai Timur merupakan bagian dari Kabupaten OKI. Akan tetapi, Pantai Timur seolah-olah dianggap pemerintah hanya anak tiri. Sebelumnya Kecamatan Pangkalan Lampam, Tulung selapan dan Air Sugihan. Kali ini Kecamatan Cengal yang mendadak viral di media sosial terkait permasalahan kerusakan infrastruktur jalan. Padahal jalan ini merupakan akses segala aktivitas masyarakat, mulai dari ekonomi, pendidikan, kesehatan dan lain sebagainya,” papar Paisal.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mengklaim bahwa pihaknya sudah menyiapkan anggaran berkisar Rp 13 Miliar untuk perbaikan kerusakan jalan di wilayah kecamatan Cengal.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PU PR) Kabupaten OKI, Ir. H. Hafidz, MM mengatakan pihaknya sudah menyiapkan anggaran berkisar 13 Miliar untuk perbaikan ruas jalan tersebut.

“Kita sedang proses lelang untuk penunjukan penyedianya. Diawal April mudah-mudahan sudah bisa pengerjaan”, ungkap Hafidz.

Hafidz menerangkan pihaknya sudah memantau potensi kerusakan jalan di wilayah ini terutama beberapa titik di ruas Talang Jaya-Cengal. Sebelumnya di tahun 2020, ungkap Hafidz pihaknya sudah melakukan perbaikan di ruas ini berkisar 1,3 KM.

“Memang ruas jalannya panjang sehingga membutuhkan dana yang besar untuk peningkatan hingga cor beton. Karena keterbatasan anggaran  dibangun bertahap, tahun lalu sudah dilakukan perbaikan sekitar 1,3 KM,” ungkap Hafidz. (Romi)

Komentar

Berita Lainnya