oleh

Herman Deru Tinjau Pembangunan Masjid Bersejarah di Desa Tangsi Lontar

OKU – Masih dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Kabupaten OKU, usai melakukan panen perdana padi sawah di desa Lontar Kecamatan Muara Jaya, Minggu (6/9/2020) pagi, Gubernur Sumsel, Herman Deru melanjutkan agenda kerjanya melihat dari dekat pengerjaan pembangunan Masjid Al Ikhlas desa Tangsi Lontar, Kecamatan Pengandonan dengan menggunakan sepeda motor.

Tampak dalam kesempatan itu, HD berboncengan dengan Bupati OKU, Drs H. Kuryana Azis melewati jalan di sekitar pematang sawah. Hanya saja, motor itu terpaksa diparkir cukup jauh karena harus melewati jembatan gantung yang membentang di atas Sungai Ogan dan menghubungkan kedua desa.

Setibanya di lokasi Masjid Al Ikhlas Desa Tangsi Lontar, gubernur dan rombongan langsung disambut dengan penuh sukacita oleh warga. Dalam arahnnya, ketika meminjau proses pembangunan Masjid Al Ikhlas tersebut, Gubernur H. Herman Deru mengucapkan syukur atas diberikannya kesempatan dapat bersilaturahmi dengan warga sekitar.

Apalagi semangat warga dalam menjaga ukhuwah Islamiah dan jalinan talisilaturahmi di wilayah itu tetap terjaga dengan kental. Dia juga menyebut kehadirannya di OKU merupakan salah satu bentuk dan tangungjawabnya sebagai kepala daerah.

“Kita harus memiliki semangat membangun, keikhlasan dalam berbuat. Jalinan silaturahmi, kebersamaan ulama dan umaro dan umat harus tetap kita jaga. Daerah kita ini terkenal dengan zero konflik, nol konflik di Sumsel ini yang perlu kita jaga. Apalagi menghadapi Pilkada yang tidak lama lagi digelar, kita jaga persatuan dan kesatuan,” harap Herman Deru.

Terkait dengan pembangunan Masjid, HD mengaku bangga panitia pembangunaan masjid tidak memasang kaleng minta sumbangan di jalan sebab hal itu lebih banyak moderatnya dari manfaat. Selain jalan rusak, lalulintas dapat terganggu dan yang lebih parah lagi dapat menimbulkan persepsi negatif akan nilai-nilai mulia dalam agama Islam di mata umat lain.

“Saya ke sini bukan saja untuk ketahanan pangan tapi juga mengajak agar umat Islam memiliki nilai marwahnya. Ini sudah bagus panita pembangunan masjid datang ke gubenur dan bupati. Masjid bersejarah ini kita akan bangun sama sama,” imbuhnya.

HD menyebut dirinya tidak pernah melihat besar kecilnya masjid tapi yang lebih penting adalah semangat umat dalam memakmurkan masjid. Ditambahkannya, dia juga telah menghidupkan kembali P3N yang dulu sempat dihapus.

“Namanya kita ganti dengan Petugas Penghubung Urusan Keagamaan Desa (P2UKD) tersebar di 3500 desa di Sumsel. Dulu sulit untuk nikah karena petugas penghulu yang terbatas,” ujarnya.

“Semenjak dari awal aku jadi Gubernur. Pertama di Indonesia P3N, kita hidupkan lagi namanya diganti P2UKD bekerjasama dengan Kementerian Agama dan Pemerintah Provinsi Sumsel,” katanya menambahkan.

Sementara itu, Ketua Panitia Pembangunan Masjid Al Ikhlas, Ferizal dalam laporannya menyebutkan masjid ini dibangun pada zaman Belanda berbarengan dengan terbentuknya Desa Tangsi Lontar sekitar tahun 1912. “Kondisi terakhir memprihatikan dan butuh pembangunan ulang. Terima kasih pak Gubernur yang sudah datang dan melihat langsung bangunan masjid kami,” ucapnya. (Ade)

Komentar

Berita Lainnya