oleh

Golkar Belum Sepakati Waktu Pelaksanaan Munas

Wakil Ketua Umum Partai Golkar Tantowi Yahya yakin partainya tak akan disengketakan di Pilkada 2015. (CNN Indonesia/Aulia Bintang Pratama)
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Tantowi Yahya yakin partainya tak akan disengketakan di Pilkada 2015. (CNN Indonesia/Aulia Bintang Pratama)

JAKARTA I Wakil Sekretaris Jenderal Partai Golkar Tantowi Yahya membantah ada kesepakatan antara Aburizal Bakrie dan Agung Laksono terkait waktu penyelenggaraan musyawarah nasional atau luar biasa.

“Saya belum tahu. Masih berseliweran informasinya,” kata Tantowi kepada CNNIndonesia.com, Senin (7/3).

Tantowi mengaku belum mendapat informasi mengenai hasil pertemuan antara Aburizal dan Agung Laksono. Berdasarkan informasi, Minggu kemarin (6/3), Aburizal dan Agung mengadakan pertemuan untuk membicarakan kelanjutan nasib pelaksanaan Munas atau Munaslub Partai Golkar pasca terbitnya putusan Mahkamah Agung (MA).

Namun hingga kini informasi hasil pertemuan tersebut masih simpang siur. Agung Laksono belum bisa dikonfirmasi terkait hasil pertemuan tersebut.

Menurut Tantowi, rapat pleno pengambil keputusan terkait pelaksanaan Munas juga masih belum jelas.

Dihubungi terpisah, Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham juga belum mengetahui informasi tersebut. Menurutnya, hasil pertemuan Aburizal dan Agung sedianya baru dibicarakan dan diputuskan dalam rapat pleno Golkar hasil Munas Bali.

“Pertemuan berdua (Aburizal dan Agung) nanti dirapatkan di pleno karena itu harus ditentukan di sana. Kalaupun ada pembicaraan itu, saya belum dengar dan itu harus dibicarakan di pleno,” ujar Idrus.

Politikus DPP Partai Golkar Airlangga Hartanto mengatakan, Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) akan diselenggarakan pada tanggal 27 Mei mendatang.

“Munaslub itu tanggal 27 Mei,” kata Airlangga yang ditemui usai bertemu dengan Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel Syahrul Yasin Limpo di Makassar, Senin.

Penyelenggaraan Munaslub pada tanggal tersebut sudah disepakati oleh Abu Rizal Bakri, Agung Laksono, dan Jusuf Kalla.(CNN)

Komentar

Berita Lainnya