pemkab muba pemkab muba
Musi Banyuasin

Direktur Utama RSUD Sekayu Tutup Usia dengan Segudang Prestasi

128
×

Direktur Utama RSUD Sekayu Tutup Usia dengan Segudang Prestasi

Sebarkan artikel ini
IMG-20220610-WA0001
pemkab muba

SEKAYU – Kabar duka datang dari keluarga besar Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sekayu. Direktur RSUD Sekayu dr. Makson Parulian Purba MARS meninggal dunia pada Kamis (9/6/) malam, sekitar Pukul 22.47 WIB di RSUD Sekayu.

Ia merupakan salah satu pelopor menjadikan RSUD Sekayu tempat rujukan belajar bagi dokter umum dan spesialis.

Meninggalnya salah satu Aparatur Sipil Negara (ASN) terbaik Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), menjadi kabar duka bagi pegawai dan seluruh jajaran RSUD Sekayu.

Pj Bupari Muba H Apriyadi mengungkapkan bahwa Pemkab Muba pada hari ini telah kehilangan salah satu ASN terbaik yang ada.

“Dedikasinya yang tidak kenal lelah, dedikasinya menjadikan RSUD Sekayu menjadi Rumah Sakit pusat layanan terbaik di Sumsel terus dilakukan sampai akhir pengabdiannya malam ini,” ungkapnya, Jumat (10/6/2022).

Beberapa hari yang lalu, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) menjadi rujukan tempat pendidikan dokter umum serta menjadi Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) oleh pihak Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sriwijaya (UNSRI).

Direktur RSUD Sekayu, dr Makson Parulian Purba MARS mengatakan, RSUD tersebut sejak lima tahun lalu telah melaksanakan sebagai rumah sakit jejaring.

Jejaring tersebut antara lain dari Fakultas Kedokteran (FK Unsri), adalah sebagai pendidikan dimana baik dari profesi dokter, sedang menempuh jadi dokter maupun yang melaksanakan PPDS, akan memanfaatkan sebagai lahan proses pembelajaran.

“Artinya rumah sakit kita selain berfungsi sebagai layanan kesehatan bagi masyarakat, juga ikut serta dalam pengembangan ilmu dibidang kedokteran, dan perlu diketahui bahwa RSUD Sekayu sudah lebih dari 5 tahun kerja sama dengan FK Unsri,” kata Makson, sehari sebelum ia wafat.

Lanjutnya, terutama untuk para mahasiswanya maupun dokter yang sedang mengambil spesialis melakukan pembelajaran ataupun mengaplikasikan ilmunya dalam bentuk pelayanan kepada masyarakat.

“Nah dalam rangka tersebut, guna tetap menjaga mutu, selain itu di RSUD Sekayu pun ada dokter ataupun dosen pembimbing, tenaga pengajar pembimbing, mereka melakukan super visi untuk melihat sejauh mana proses pembelajaran agar mutu yang diharapkan itu sesuai dengan standar dari akreditasi FK UNSRI saat ini di level A,” terangnya.

Selama ini pembelajaran khusus yang dijalankan di RSUD Sekayu ada empat bagian besar, yaitu ilmu penyakit anak, ilmu penyakit dalam, ilmu penyakit bedah dan ilmu kebidanan.

“Saat ini mereka menjadikan RSUD Sekayu sebagai proses pembelajaran,” tegasnya.

Ia menjelaskan, untuk pendidikan dokter spesialis, seperti mata, bedah, lalu neorologi, THT dan mungkin ke depan akan terus bertambah.

Hal tersebut dikarenakan selama ini rumah sakit pendidikan utama yang dijalani FK UNSRI adalah Rumah Sakit Umum Muhammad Husein.

“Di sana tentu terlalu tinggi levelnya. Nah dalam komptensinya para dokter ini membutuhkan kasus untuk level RSUD Tipe C ataupun Tipe B,” bebernya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *