oleh

[CEKFAKTA] Photo Dua Unit Kendaraan Tertangkap Membawa Uang Puluhan Juta di Desa Pauh Muratara adalah Hoax

Beritamusi.co.id | Sebuah akun Facebook @Firli Gunawan https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2821472148126061&id=100007899091650

membagikan informasi terkait tertangkapnya dua unit kendaraan yang diduga membawa uang puluhan juta di Desa Pauh, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Musirawas Utara (Muratara). Dalam unggahan itu, akun ini menyebut bahwa mobil dan beberapa orang yang diamankan oleh Satgas Anti Money Politic ini diduga berafiliasi dengan salah satu (pasangan calon) Paslon.

Mendapati informasi ini, Tim Cek Fakta beritamusi.co.id mencoba menggali kebenaran terkait unggahan ini. Hasilnya, pihak berwenang mulai dari Bawaslu hingga aparat kepolisian mengaku belum menerima secara pasti terkait informasi ini, bahkan pihak Bawaslu Muratara menyebut informasi ini cenderung hoax.

“Yang di Desa Pauh itu sampai saat ini belum dapat info (pasti). Kalau dilihat bisa dibilang itu hoax,” kata Komisioner Bawaslu Muratara, Munawir saat dikonfirmasi tim cek fakta AMSI Sumsel, Rabu (09/12).

Menurutnya, hal ini bukan tidak beralasan. Karena Munawir menjelaskan, pihaknya telah menelusuri terkait informasi ini dengan menggerakkan petugas di Kecamatan (Panwascam) hingga ke desa. Selain itu, penyampaian informasi dalam Facebook ini tidak begitu jelas mengingat gambar yang dibagikan hanya berupa uang serta foto mobil jenis Grandmax yang nomor polisinya di sensor (coret-coret).

“Kalo sampai saat ini kita belum menemukan. Kita sudah mengerahkan Panwascam, pengawas desa untuk itu, tapi kita belum temukan infonya,” ujar Munawir seraya menambahkan bahwa pihaknya juga belum menerima laporan langsung dari masyarakat.

Sementara, hingga saat ini pihak Bawaslu Muratara memang telah menerima dan menangani beberapa laporan. “Sampai saat ini (pilkada) berjalan aman, lancar,” ujarnya.

Hal senada juga diungkapkan Kapolres Muratara, AKBP Eko Sumaryanto. Meskipun demikian, pihaknya masih akan menyelidiki terkait kebenaran informasi yang telah beredar di Facebook ini.

“Hoax atau tidak kita gak tau, laporan ke Gakkumdu masalah itu belum ada. Secara global laporan ada, tapi yang itu belum ada. Kita masih telusuri betul atau tidak,” tegasnya. (romi)

Komentar

Berita Lainnya