oleh

Cegah Klaster COVID-19, FPTI Sumsel Perketat Protokol Kesehatan Saat Latihan

Beritamusi.co.id –Ketua Umum Pengurus Provinsi FPTI Sumatera Selatan (Sumsel), Beni Hernedi sempat menyayangkan beberapa video tentang para pendaki (gunung) mengabaikan protokol kesehatan yang viral di sejumlah akun media sosial. Dia menyebut hal itu bisa saja mencoreng citra “anak gunung”.

“Saya sampaikan bahwa aktivitas panjat tebing itu kita sudah punya protokol kesehatan. Dan ini bagian dari kepatuhan kita atas imbauan pemerintah,” kata Beni saat menjadi pembicara dalam seminar di Politeknik Negeri Sriwijaya, Sabtu (31/10).

Menurutnya, pandemi COVID-19 yang saat ini melanda tak bisa diremehkan. Bahkan, dalam berbagai aktivitas panjat tebing itu sendiri FPTI telah mengeluarkan aturan berupa protokol kesehatan agar para atlet tetap bisa mengikuti latihan dan aman dari penularan COVID-19.

“Menyesuaikan diri dengan pola kebiasaan baru itu butuh konsekuensi. Kita juga tidak ingin anak-anak latihan mengabaikan protokol kesehatan, apalagi jadi klaster,” tegasnya.

Sebagai salah satu cabang olahrega (cabor) andalan di Sumsel, kata Beni, panjat tebing tentu tak ingin hanya berdiam saat pandemi seperti ini. Para atlet tetap digeber untuk mengikuti latihan untuk persiapan Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua tahun depan.

“Ini juga sebagai tantangan karena cabor ini (panjat tebing) ditarget dan menjadi salah satu andalan untuk membawa nama harum Sumatera Selatan. Saya ingat sekali kasus pertama di bulan Februari dan Maret, saat itu kita baru saja mendeklarasikan terbentuknya pemusatan latihan menuju PON Papua,” katanya.

“Berbagai imbauan seperti menggunakan masker, larangan berkumpul mulai dikeluarkan. Kami mengikuti arahan itu. Dan saat pelatda di Sekayu (Musi Banyuasin) atlet kita jaga, mereka dilarang keluar bahkan kita lakukan rapid tes, dan alhamdulillah hasilnya hingga saat ini tidak ada atlet kita yang terkonfirmasi positif COVID-19,” katanya menambahkan.

Masih kata Beni, kehadiran protokol kesehatan dari FPTI membuat aktivitas panjat tebing akan lebih terjaga dari penularan COVID-19. Karena dalam hal itu diatur sedemikian rupa mulai dari pola keberangkatan atlet menuju tempat latihan, bagaimana operasional di tempat latiham, pemanjatan sampai dengan jika terjadi kecelakaan.

“Itu semua sudah ada panduannya. Di era ini, setelah tak lagi menutup diri, aktivitas tetap jalan kita bisa mengikuti panduan protkol ksehatan. Dengan mengikuti itu, mudah-mudahan tidak akan menjadi klaster penularan COVID-19. Sederhana saja, yang penting disiplin diri kita, dengan membiasakan mengguanakn masker, mencuci tangan, jaga jarak,” tegasnya. (Fn)

#satgascovid19

#ingatpesanibu

#ingatpesanibupakaimasker

#ingatpesanibujagajarak

#ingatpesanibucucitangan

#pakaimasker

#jagajarak

#jagajarakhindarikerumunan

#cucitangan

#cucitangandengansabun

Komentar

Berita Lainnya