Camat Kota Kayuagung Dedy Kurniawan mengatakan, pihaknya tidak ingin kecolongan karena saat ini mulai memasuki musim kemarau untuk itu, dirinya bersama dengan pihak TNI dan kepolisian melakukan pengecekan persiapan perusahaan yang beroperasi diwilayahnya dalam hal penanggulangan bencana kebakaran lahan. “Kita tidak ingin bencana kabut asap seperti sebelumnya kembali terjadi. Makanya kita cek persiapan perusahaan untuk mencegah terjadinya kebakaran lahan,”terangnya.
Katanya, dengan adanya pengecekan tersebut maka akan diketahui apakah perusahaan tersebut sudah siap dalam antisipasi kebakaran atau tidak. “Kalau ada yang masih kurang, maka kita sampaikan untuk dilengkapi,” jelasnya.
Sementara itu Koramil Kayuagung Kapten Hatta menyampaikan, pengecekan ini sangat diperlukan mengingat saat ini sudah memasuki musim kemarau “Jadi kita supervisi, cek kesiapan perusahaan. Tujuannya ya untuk antisipasi kesiapan karhurla, karena saat ini sudah masuk musim kemarau,”jelasnya.
Berdasarkan data Luas perkebunan dari 3 perusahaan perkebunan yang ada di wilayah Kecamatan Kota Kayuagung masing – masing PT. Rambang Agro Jaya 6000 hektar dengan 15 orang petugas pemadam, PT. Kelantan Sakti 2930 hektar dengan 30 orang petugas pemadam dan 5 menara pemantau Dan PT. Gading Cempaka Graha 10000 hektar dengan 6000 hektar yang tertanam plasma dan inti dan 30 orang petugas serta 7 menara pemantau. Ketiga perusahaan perkebunan kelapa sawit ini melakukan pembuatan kanal blocking dan embung sebagai media penampungan air di areal perkebunan. Perusahaan berkomitmen agar Karhutla tak lagi mampir.
Seperti yang diutarakan, Manager Kebun PT. Rambang Agro Jaya, Nasution bahwa pihaknya telah menyiapkan perlengkapan dengan menyiapkan tim pemadam kebakaran dari pihak perusahaan yang dilengkapi dengan alatnya dan pihak perusahaan akan tetap waspada.
Sementara itu GM PT. Gading Cempaka Graha, Eko Widodo, menyampaikan selain kesiap siagaan dari personel serta peralatan yang memadai, pemantauan dengan menara juga dilakukan. “Jadi setiap saat personel kita cek ke menara, karena kita ada 7 menara untuk mantau kebakaran,” ujarnya.
“Kita berupaya agar tragedi kabut asap tak lagi hadir di tahun ini. Pengalaman yang lalu mengajarkan kita betapa pentingnya dan berkomitmen agar Karlahut tak lagi hadir di negeri ini. Mengingat, dampak yang ditimbulkan, membuat kita waspada dini hingga melakukan upaya-upaya konkret di lapangan, seperti mempersiapkan kanal-kanal dan embung sebagai sumber penampungan air,” ungkap Manajer Kebun PT Kelantan Sakti P.Siadari. (Romi)













