oleh

Bejat, Ayah di Muara Enim Perkosa Anak Tirinya Hingga Hamil

MUARA ENIM | Bunga (Nama Samaran) 15 Tahun harus hamil enam bulan setelah menjadi korban pemerkosaan yang dilakukan ayah tirinya, KES (55). Ironisnya, kekerasan seksual itu dilakukan oleh pelaku hingga belasan kali.

Aksi bejat sang ayah tiri ini bermula dari kecurigaan ibu kandung korban dan suami korban atas kehamilan korban yang sudah memasuki usia 6 bulan, sedangkan pernikahan anaknya tersebut sendiri belum mencapai 6 bulan.

“Ya, atas kecurigaannya tersebut, lalu ibu korban dan suami korban curiga dan mendesak siapa melakukan perbuatan asusila tersebut, sehingga diakui oleh korban bahwa pelakunya tak lain adalah ayah tirinya KES (31) sendiri. Atas pengakuannya itula ibu korban melaporkan hal tersebut ke Polisi, ” Kata Kapolres Muara Enim AKBP Danny Sianipar melalui Wakapolres Kompol Agung Adhitia Pratama didampingi Kasatreskrim AKP Widhi Andika Dharma.

Atas dasar Laporan tersebut, Lanjutnya Agung, Satreskrim Polres Muara Enim dipimpin langsung Kasat Reskrim AKP Widhi Andika Dharma langsung melakukan penangkapan dan pengejaran terhadap tersangka pada jum’at (30/4/red) sekitar pukul 11.30 WIB di Kabupaten Lahat.

“Karena tersangka ini sudah mengetahui dilaporkan ke polisi, sehingga tersangka melarikan diri ke kota Lubuk linggau, namun tersangka tertangkap dan kita bekuk di Kabupaten Lahat,” Bebernya.

Untuk pelaku sendiri kita kenakan pasal 81 ayat 2 Undang-Undang nomor 23 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman kurungan penjara selama maksimal 15 tahun penjara.

Kasat Reskrim AKP Widhi Andika Dharma menjelaskan tindak pidana persetubuhan tersebut dilakukan oleh pelaku berkali-kali kisaran bulan Agustus 2020 hingga April 2021 dengan ancaman senjata tajam kepada korban.

Pelaku ini mengaku ia tergiur melihat perkembangan tubuh korban yang cukup signifikan hingga di bulan Agustus 2020 tersangka ini melakukan perbuatan bejatnya pertama kali.

Aksinya ini dengan pengancaman menggunakan sebilah pisau dan mengatakan akan membunuh korban beserta keluarganya yang lain apabila tidak menuruti kemauan pelaku.

“Untuk tersangka kita kenakan pasal 81 ayat 2 Undang-Undang nomor 23 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman kurungan penjara selama maksimal 15 tahun penjara, ” tegasnya.

Sementara itu pelaku KES saat ditanya awak media ia menyampaikan penyesalannya. “Saya melakukan hal tersebut karena tergiur dengan anak tiri saya yang memakai pakaian sexy dengan celana pendek baju ketat,”urainya.

Terakhir, ia mengakui perbuatannya itu telah dilakukan berkali-kali dengan modus berbeda-beda. “Kalau di kebun sudah tiga kali, selebihnya di rumah. Saya kadang-kadang pura-pura ketinggalan korek api atau beralasan ketinggalan barang lainnya dengan istri saya, hingga saya bisa pulang ke rumah dan istri saya lanjut ke kebun,”pungkasnya. (Rahmad)

Komentar

Berita Lainnya