oleh

Bantuan APD Kembali Datang, Pemprov Sumsel Segera Distribusikan ke Tenaga Medis

PALEMBANG | Sejumlah pihak baik perorangan maupun organisasi terus ambil bagian dalam memberi dukungan dalam penanganan Covid-19 di Sumsel.

Melalui Pemerintah Provinsi Sumsel bantuan-bantuan Alat Pelindung Diri (APD) kembali diterima untuk disalurkan ke sejumlah rumah sakit sebagai bentuk perhatian kepada para tenaga medis yang berada di garda terdepan dalam penanganan Covid-19 di Sumsel.

Ratusan set bantuan tersebut diketahui datang dari keluarga besar dan kerabat Almarhum Prof dr KHO Gadjahnata dan Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (Gapki) Sumsel.

Dimana keluarga besar dan kerabat Almarhum Prof dr KHO Gadjahnata memberikan bantuan sedikitnya 500 set APD atau Hamzat Suit untuk disalurkan di 7 RSUD di Sumsel. Sementara Gapki memberikan bantuan 260 APD.

“Ini kerja yang sangat luar biasa. Semua pihak terus memberikan bantuan untuk penanganan Covid-19 di Sumsel. Semangat bekerjasama inilah harus terus kita gencarkan sehingga hasilnya nanti semakin maksimal,” kata Gubernur Sumsel H. Herman Deru, saat menerima langsung bantuan APD, Rabu (15/4).

Menurutnya, sekecil apapun bantuan yang diberikan tentu sangat bermakna. Terlebih, bantuan bantuan berupa APD memang sangat dibutuhkan bagi tenaga medis.

“Kita tidak pernah mengukur angka bantuan yang diberikan. Apapun bantu yang diberikan untuk penanganan Covid-19 ini tentu akan kita terima,” tegasnya.

Banyaknya bantuan, lanjutnya, tentu akan semakin meringankan kerja pemerintah untuk penanganan Covid-19 ini.

“Semua pihak peduli dengan kondisi saat ini. Bantuan ini jelas meringankan kerja kita untuk menyudahi wabah ini. Saya ucapkan terima kasih kepada keluarga besar dan kerabat Almarhum Prof dr KHO Gadjahnata dan Gapki yang saat ini telah membantu. Segera akan kita distribusikan kepada tenaga medis,” terangnya.

Dikatakannya, saat ini pemerintah tidak hanya fokus melakukan penanganan Covid-19, namun juga tetap mensiasati agar aktifitas perekonomian tidak terganggu.

“Kita tidak mau pembangunan dan ekonomi stop karena Covid-19 ini. Kita terus berupaya mensiasati cara pembangunan tetap jalan dan Covid-19 selesai. Dengan banyaknya kepedulian semua pihak, tentu hal itu dapat berjalan dengan baik,” tandasnya.(Ade)

Komentar

Berita Lainnya