Lahat – Ketua Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) sekaligus Bupati Lahat, Bursah Zarnubi temui Menteri Perumahan, Maruarar Sirait membahas isu terkait distribusi program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
Bursah Zarnubi mengatakan, pentingnya pemerataan bantuan BSPS, agar dapat menjangkau lebih banyak masyarakat berpenghasilan rendah yang masih menempati rumah tidak layak huni (RTLH). Ia menegaskan bahwa kebutuhan akan program perumahan di sejumlah daerah, khususnya di Kabupaten Lahat masih cukup tinggi, sehingga diperlukan perhatian lebih dari pemerintah pusat.
“Program BSPS ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Namun, jumlah yang ada saat ini masih belum mampu mengakomodir seluruh kebutuhan di lapangan,” kata Bursah Zarnubi, Selasa (7/6/2026).
Sementara, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PRKPP) Kabupaten Lahat, Limra Naufan menyebut, dari pertemuan itu, Kabupaten Lahat di tahap awal tahun 2026 akhirnya mendapatkan kucuran program BSPS.
“Untuk tahap pertama, Kabupaten Lahat mendapatkan kuota sebanyak 200 unit BSPS. Saat ini kami juga tengah memperjuangkan adanya penambahan kuota, mengingat masih banyak usulan masyarakat yang belum terakomodir,” ujar Limra.
Limra menambahkan, jumlah bantuan BSPS di Kabupaten Lahat bersifat fluktuatif, tergantung pada kuota dari pemerintah pusat serta hasil verifikasi data masyarakat penerima. Dengan adanya komunikasi langsung antara pemerintah daerah dan pusat, Pemkab Lahat optimistis peluang penambahan kuota BSPS tahun 2026 masih terbuka.
“Harapan kita usulan penambahan kuota diterima, sehingga program ini dapat semakin mempercepat pengurangan jumlah rumah tidak layak huni di Bumi Seganti Setungguan,” sampainya.sfr













