LAHAT I Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kabupaten Lahat, sudah merampungkan tes tertulis dan wawancara bagi calon Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) se-Kabupaten Lahat. Dari 492 peserta yang ikut tes tertulis 132 dinyatakan lulus dan bisa mengikuti tes wawancara. Dari jumlah tersebut, kemudian diambil 66 orang dengan rincian satu kecamatan tiga orang anggota Panwascam.
Sayangnya, ketika wartawan mengkonfirmasi kepada ketua Panwaslu Lahat, Sapsata Andrian terkait hasil tes tertulis dan wawancara peserta yang lulus merupakan peserta dengan nilai tertinggi, Sapsata enggan menjawabnya.
Sapsata juga tidak menjawab ketika ditanya apakah peserta yang lulus memang hasil tes selektif bukan merupakan calon titipan baik dari luar maupun anggota Komisioner Provinsi dan Kabupaten Lahat. Mala Sapsata menuding, pertanyaan yang diajukan merupakan ‘jebakan’ baginya.
“Hahah itu betanyo po nak jebak dindo,”ujar Sapsata, melalui watshap, ketika dihubungi, Senin (23/10).
Entah apa maksud Ketua Panwaslu Lahat ini tampak enggan menjelaskan kalau hasil seleksi anggota Panwascam berjalan dengan transparan, jujur dan tidak adanya calon titipan. Miris lagi, Sapsata mala mengarahkan agar media ini merilis nama nama peserta yang lulus sesuai keinginan mereka.
“Sebenarnya kalau memang hasil penerimaan anggota Panwascam berjalan sesuai aturan sampaikan saja dengan jelas kalau Panwaslu sudah sesuai presedur dan siap dibuktikan anggota yang lulus tersebut. Kalau gak mau jawab bisa menimbulkan dugaan kalau memang ada calon titipan atas anggota Panwascam yang terpilih,”terang Jamil, warga Lahat, ketika diminta pendapatnya terkait sikap ketua Panwaslu Lahat.(SFR)













