oleh

Yudi Pratama Sang Maestro Perakit Pesawat Mini Asal OKI

Ogan Komering Ilir | Kini Yudi Pratama adalah kebanggaan bagi masyarakat Kabupaten Ogan Komering Ilir. Pemuda kelahiran Desa Tanjung Aur 27 Maret 1988 silam ini bisa membuat pesawat mini remote control.

Yudi yang dibesarkan dan menetap di Desa Tapus Kecamatan Pampangan Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan ini hidup dari keluarga yang notabenenya pekerja keras dan memiliki cita cita menjadi pilot.

Dari kecil hingga sekarang, kreativitas Yudi semakin terasa. Sejak ayahnya meninggal dunia, dari situlah Yudi mulai belajar mandiri.

“Dulu ayah mewariskan alat-alat pertukangan untuk kami,” cetus Yudi saat diwawancari Beritamusi.co.id.

Soal cita-cita? Yudi menjawab, semasa ayahnya masih hidup pernah berpesan jika ingin sukses jadilah orang yang serba bisa dan berguna untuk orang banyak.

“Saya ingin menjadi seorang pilot,” ia menambahkan.

Hobi merakit ppesawat ternyata dimulai Yudi saat ia duduk dibangku kelas 6 Sekolah Dasar. Jujur, Yudi pun memeroleh ilmu membuat pesawat mini dari kakak kandungnya yang lebih dulu memulai usaha mainan anak-anak.

“Waktu saya beranjak ke pendidikan SMP, saya menyukai hobi aviasi. Awalnya saya masuk perpustakaan pada saat itu ingat pertama yang saya buka yaitu buku tentang aviasi bagaimana sistem agar helikopter bisa terbang. Dan, bgaimana sistem agar pesawat bisa melayang saya lupa siapa penerbit buku itu. Dari situ, saya membuat miniatur pesawat pertama yaitu jenis pesawat cessna tapi sayang waktu itu belum bisa terbang bebas karena saya belum mengerti cara pengendaliannya. Akhirnya saya buatlah layang layang bentuk pesawat dengan ukuran besar dengan panjang 2 meter,” Yudi menceritakan.

Selanjutnya Yudi terus berkreasi. Setelah faham dan mengerti, ia coba melengkapi peralatan dengan membeli perlengkapan aeromodelling yang harganya pada saat itu lumayan mahal.

“Walau mahal, saya sering nabung dan ngumpulin uang buat beli transmitter itu selalu gagal paling saya hanya bisa buat bodi pesawatnya saja,” kenang Yudi seraya berkata persis 2003, saat Yudi memasuki SMA, semangat Yudi untuk merakit pesawat mini tak pernah pudar.

Di awal 2020, setelah masuk pandemi covid 19 Yudi agaknya makin tertantang untuk berkarya. Sembari buka usaha bengkel di rumah, Yudi juga bereksperimen dengan ilmu yang dimiliki.

“Saya eksperimen bagaimana melepas apa yang jadi penasaran dalam hidup. Misalnya, merakit mobil dari mesin motor, dan membuat speed boat rc hanya sebatas hobi dan kreatifitas,” Yudi menguraikan.

Yudi juga mencoba membikin pesawat aeromodelling dari bahan gabus styrofoam sejenis gabus box ikan dan boks buah.

“Sebelumnya saya buat rc boat engine pakai mesin babat rumput itu trasmiternya atau radio kontrolnya bekas mobil mobilan. Dan, trasmiternya pesawat itu saya beli di toko online dan seluruh bodi pesawat rc saya buat sendiri sambil lihat youtube,” sebutnya.

Kendati gagal menggapai impian menjadi seorang pilot, Yudi sepertinya patut berbangga hati. Kini, dengan skillnya Yudi sanggup menerbangkan pesawat remot kontrol buatan sendiri.

Adapun jenis pesawat yang pertamakali diterbangkan Yudi adalah boeing 737 merk united airline. Ada pula jenis pesawat sky arrow plan milik Julius perdana di youtube , Itu pesawatnya ukuran rentang sayap dua meter dengan panjang satu meter.

Saya membuat ini tak lepas dari tujuan dan rasa ingin tahu saya bagaimana cara pesawat bisa terbang setelah saya mencoba menerbangkan.

“Oktober 2020, banyak orang yang menghubungi saya bahkan ada yang memesan pesawat aeromodeling,” ujarnya.

Apresiasi bahkan datang dari Pemerintah Kabupaten OKI. Tepat Rabu 24 Februari 2021 lalu, Yudi kedatangan tamu dari Dinas Penelitian dan Pengembangan Daerah Ogan Komering Ilir,  Dwi M Zulkarnain, SH, M. Si, di dampungi seketaris dan kabid inovasi beserta Camat M Jemmy S. Pd. M. Si, Kepala Desa Kayu Ara  guna menyaksikan langsung.

Dwi M Zulkarnain menyatakan, bahwa aeromodeling bisa dikembangkan dalam dirgantara seperti pemantauan tiitik api pada saat kebakaran hutan dan lahan. Dalam kunjungan itu Yudi juga mendapat bimbingan untuk membuat pesawat sendiri.

Sejarah telah mencatat bakal ada “Habibie” muda dari tanah OKI. Sebuah pesan yang amat bernilai disampaikan Yudi.

“Wahai anak muda dan pemuda OKI, mari kita tunjukkan bahwa pemuda OKI itu bisa. Ayo seluruh pemuda, bangkitlah kalian, gunakan teknologimu untuk menambah wawasanmu,” Yudi berkata. (Jangmat)

Komentar

Berita Lainnya