OKI – Pengelolaan lingkungan berbasis gotong royong mulai memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Sukamaju, Kecamatan Lempuing Jaya, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Melalui pengelolaan sampah dan bank sampah di tingkat RT hingga desa, warga tidak hanya menjaga lingkungan tetap bersih, tetapi juga mampu mengubah sampah menjadi sumber kas bersama.
Hal tersebut menjadi perhatian Bupati OKI Muchendi Mahzareki saat menghadiri Lomba Kebersihan Lingkungan di Desa Sukamaju, Selasa (11/8/2026).
Menurut Muchendi, kebersihan lingkungan yang terjaga menunjukkan bahwa kesadaran dan partisipasi masyarakat dapat menjadi kekuatan utama dalam membangun desa.
Ia menilai Desa Sukamaju layak menjadi salah satu contoh dalam pengelolaan lingkungan sekaligus penerapan semangat gotong royong. Upaya menjaga kebersihan, kata dia, tidak lagi sekadar kegiatan rutin, tetapi telah berkembang menjadi gerakan bersama yang memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat.
“Pengelolaan sampah dan bank sampah ini manfaatnya kembali kepada masyarakat. Kas yang terkumpul di tingkat RT maupun desa pada hakikatnya merupakan bentuk sedekah dan kebersamaan warga,” kata Muchendi.
Menurutnya, pola tersebut menunjukkan bahwa persoalan sampah dapat diubah menjadi peluang apabila dikelola secara kolektif. Masyarakat memperoleh lingkungan yang lebih bersih, sementara hasil pengelolaan sampah dapat dimanfaatkan untuk mendukung berbagai kebutuhan bersama.
Semangat kebersamaan juga terlihat dari suasana Desa Sukamaju yang semakin semarak. Warga menghias bagian depan rumah masing-masing dengan beragam lampu dan ornamen dengan berbagai karakter dan warna. Selain mempercantik lingkungan, hiasan tersebut turut membangun suasana kebersamaan dalam menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Di tengah apresiasi terhadap keberhasilan warga menjaga lingkungan, Muchendi turut menyoroti persoalan infrastruktur yang masih menjadi kebutuhan masyarakat. Pemerintah Kabupaten OKI mencermati kondisi jalan kabupaten di wilayah tersebut sepanjang kurang lebih 10 kilometer yang membutuhkan perbaikan.
“Kita melihat ada jalan kabupaten sekitar 10 kilometer yang memang membutuhkan perhatian. Pemerintah daerah akan mengupayakan perbaikannya secara bertahap. Untuk jalan yang berada di kawasan perusahaan, kita juga berharap ada dukungan dari pihak perusahaan,” ujarnya.
Muchendi menegaskan pembangunan desa tidak hanya bergantung pada pemerintah. Peran masyarakat, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan diperlukan agar berbagai persoalan di desa dapat diselesaikan secara bersama-sama.
Karena itu, ia meminta masyarakat Sukamaju mempertahankan kekompakan dan kerukunan yang selama ini menjadi modal sosial desa. Setiap persoalan yang muncul di tengah masyarakat, menurutnya, sebaiknya diselesaikan melalui musyawarah dan tidak mempertajam perbedaan.
“Jaga kekompakan dan kerukunan. Kalau ada persoalan di desa, mari diselesaikan dengan musyawarah. Jangan sampai perbedaan menjadi alasan untuk memecah kebersamaan yang sudah terbangun,” kata Muchendi.
Sementara itu, Kepala Desa Sukamaju Kamsa mengatakan semangat warga dalam menghias lingkungan, mengelola sampah, dan menjaga kebersihan merupakan hasil dari kebersamaan masyarakat. Pemerintah desa, kata dia, akan terus mendorong partisipasi warga agar kegiatan tersebut tidak hanya berlangsung saat perlombaan, tetapi menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati OKI yang telah hadir dan melihat langsung kondisi Desa Sukamaju. Kehadiran beliau menjadi motivasi bagi kami dan masyarakat untuk terus menjaga kebersihan, memperkuat gotong royong, serta membangun desa bersama-sama,” ujar Kamsa.













