OKI – Keraguan sempat dirasakan Deach Putri Ramadhani untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Kondisi ekonomi keluarga membuat anak asal Desa Gajah Mukti, Kecamatan Sungai Menang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) itu sempat mempertimbangkan untuk tidak melanjutkan kuliah.
Kesempatan datang melalui Program Beasiswa Pendidikan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perkebunan Kelapa Sawit (SDMPKS) Tahun 2026. Beasiswa tersebut membuka jalan bagi Deach dan 40 anak OKI lainnya untuk menempuh pendidikan tinggi secara gratis, sekaligus mendapatkan dukungan biaya selama masa studi.
“Awalnya saya ragu untuk kuliah karena kondisi orang tua. Setelah mendapat kesempatan beasiswa ini, saya sangat bersyukur dan ingin memanfaatkannya dengan sungguh-sungguh,” ujar Deach.
Dari 41 penerima asal OKI, sebanyak 36 orang telah berangkat ke perguruan tinggi masing-masing. Lima penerima lainnya masih mengikuti pembekalan dan dijadwalkan berangkat pada 26-27 September 2026.
Wakil Bupati OKI Supriyanto mengatakan kesempatan tersebut harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas diri sekaligus mempersiapkan masa depan.
“Manfaatkan kesempatan emas ini sebaik-baiknya. Belajarlah dengan serius, jaga nama baik daerah, dan jadilah duta OKI yang membanggakan,” kata Supriyanto, Jumat (25/9/2026).
Ia berharap para penerima tidak hanya menyelesaikan pendidikan, tetapi juga kembali membawa ilmu dan pengalaman untuk membangun daerah serta menjadi agen perubahan dan pelopor perkebunan sawit berkelanjutan.
Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan OKI Ir. H. A. Oktariansyah Pratama mengatakan, program tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor perkebunan kelapa sawit.
Program tersebut diselenggarakan Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Perkebunan bersama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan 43 perguruan tinggi di Indonesia.
Di OKI, sebanyak 96 orang mendaftar. Setelah melalui verifikasi, 74 orang mengikuti seleksi lanjutan dan 43 orang dinyatakan lulus sebagai penerima beasiswa. Dua orang kemudian mengundurkan diri sehingga 41 orang melanjutkan pendidikan.
Sasaran program mencakup pekebun, keluarga atau anak pekebun, karyawan dan anak karyawan kebun, pekerja usaha perkebunan, pengurus kelembagaan dan asosiasi pekebun, ASN bidang perkelapasawitan, serta penyuluh di wilayah perkebunan kelapa sawit.
Secara nasional, Program Beasiswa SDMPKS 2026 menyediakan kuota bagi 5.000 penerima. Selain biaya pendidikan penuh, penerima memperoleh uang saku dan buku, sertifikat kompetensi, transportasi pulang-pergi, kesempatan magang di perkebunan atau industri kelapa sawit, serta biaya wisuda.
Oktariansyah mengatakan, dukungan tersebut diharapkan memberikan ruang bagi para penerima untuk fokus membangun kompetensi dan pengalaman. Pemkab OKI berharap para penerima kelak kembali ke daerah dan berkontribusi dalam pengembangan sektor perkebunan serta pembangunan OKI.
“Ilmu yang diperoleh selama pendidikan akan menjadi bekal penting untuk berkiprah dan memberikan manfaat di tengah masyarakat,” katanya. (*)













