oleh

Wakil Bupati Bangka Selatan Hadiri Tanam Padi Jarwo Super Bersama BPTP Babel

TOBOALI-Sebagai lumbung pangannya Provinsi Bangka Belitung tentunya berbagai upaya terus dilakukan untuk menggenjot produksi dan pendapatan petani.

Dengan luas lahan baku sawah yang cukup luas, tentunya hal ini merupakan peluang untuk mendukung pencapaian swasembada pangan di Bangka Belitung. Untuk mencapai hal tersebut tentunya selain infrastruktur usahatani perlu dukungan inovasi teknologi yang efisien dan mudah diterapkan oleh petani.

Untuk mempercepat hilirisasi inovasi teknologi, BPTP Babel bersama Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Bangka Selatan menggelar Bimbingan Teknis Teknologi Budidaya Padi Jarwo Super kepada petani dan penyuluh di Desa Rias, Kecamatan Toboali, Bangka Selatan (150721).

Selain peningkatan wawasan dan ketrampilan petani melalui bimtek, juga dilakukan penanaman perdana pada areal demontration plot (demplot) seluas lima hektar. Turut hadir pada kegiatan tersebut, Wakil Bupati Bangka Selatan Debby Vita Dewi SE, Ketua DPRD Bangka Selatan, Kepala Dinas Pertanian Bangka Selatan, Camat Toboali, DanRamil Toboali, Kapolsek Toboali, Kades Rias dan perwakilan kelompoktani dari gapoktan sepakat jaya.

Wakil Bupati Bangka Selatan, Debby dalam sambutannya berterimakasih dan mengapresiasi berbagai upaya yang dilakukan BPTP Babel bersama Dinas Pertanian Basel dalam mengedukasi para petani dan berharap berkesinambungan di Bangka Selatan. Riza meyakini tanpa penerapan inovasi teknologi, peningkatan produksi akan sulit tercapai. Lebih lanjut diungkapkan bahwa, dimasa pandemi covid 19 sektor pertanian memiliki kontribusi yang signifikan terhadap pembangunan di Bangka Selatan.

“Petani adalah pejuang pangan, dalam menyediakan kebutuhan pangan seluruh masyarakat dan tidak harus berbenti di masa pandemi seperti ini,” kata Debby.

Pemkab Bangka Selatan juga akan terus meningkatkan serapan produksi petani, melalui pembelian beras petani yang digunakan untuk konsumsi ASN, mengakhiri sambutannya.

Pada kesempatan tersebut Wabup Bangka Selatan Debby, melakukan uji coba penanaman demplot jarwo super menggunakan alat tanam rice transplanter yang diyakini akan mempercepat penanaman dan murah biaya penanaman dan menghemat waktu.

Kepala BPTP Babel, Suharyanto melaporkan bahwa, salah satu titik ungkit peningkatan produktivitas padi adalah penerapan jarwo super (jajar legowo) baik 2:1 maupun 4:1. Prinsipnya adalah merekayasa sistem tanam tanpa mengurangi populasi tanaman, bahkan meningkatkan populasinya dengan pengaturan jarak tanam dalam barisan.

Komponen teknologinya antara lain penggunaan VUB (Varietas Unggul Baru) potensi hasil tinggi, penggunaan agrimeth sebagai perlakuan benih, penggunaan dekomposer, pupuk hayati dan pemupukan spesifik lokasi berdasarkan PUTS (perangkat uji tanah sawah) serta pengendalian OPT (orvanis.e pengganggu tanaman) dengan pendekatan PHT (pengendalian hama terpadu). Suharyanto berharap melalui bimtek dan keterlibatan petani langsung di areal percontohan/demplot akan mempercepat proses adopsi inovasi teknologi oleh petani.

“Beberapa VUB yang digunakan antara lain Inpari 30, Inpari 32, Inpari 36-37 dan Inpari 43,” ungkap Suharyanto. Pemilihan varietas juga tentunya didasari kesesuaian lingkungan dan preferensi konsumen.

Kepala Dinas Pertania Bangka Selatan Suhadi, juga mengucapkan terimakasih pada BPTP yang telah memilihnya sebagai lokasi peningkatan kapasitas petani dan penyuluh terkait teknologi jarwo super.

“Saya sangat mengapresiasi juga semangat petani di kelompok ini,” ungkap Suhadi. Lahan cetak sawah seluas 600 ha yang dulunya tidak dimanfaatkan saat ini sudah mulai dimanfaatkan mencapai 200-an hektar. Sudah ada yang satu,dua bahkan panen sebanyak tiga kali. Tentunya hal ini menjadi tantangan kita semua untuk meningkatkan ekstensifikasi dan intensifikasi melalui penerapan teknologi dengan dukungan BPTP,” pungkasnya. (don/BPTP Babel)

Komentar

Berita Lainnya