oleh

Usulan Program Penataan Taman Dicoret

INDRALAYA I Sebagian besar usulan program penataan taman yang ada di Badan Tata Kota dan Kebersihan Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan tahun 2016 banyak dicoret pihak legislatif. Dipangkasnya sejumlah anggaran program SKPD yang mencapai lebih dari Rp100juta tersebut karena dinilai tidak begitu mendesak untuk dikerjakan tahun ini.

Kepala Badan Tata Kota dan Kebersihan OI melalui Kepala seksi Penataan Badan Tata Kota dan Kebersihan OI, Aryadi membenarkan bahwa sejumlah program penataan taman banyak dicoret pihak legislatif karena memang tidak masuk dalam skala prioritas.

“Ya, usulan kita banyak dicoret legislatif. Tapi program yang dijalankan tahun 2016 ini tidak juga dikatakan mendesak sehingga nanti dapat kembali diusulkan baik ABT 2016 ataupun anggaran tahun 2017 mendatang,”tutur Aryadi kemarin.

Dia menjelaskan abhwa pemangkasan anggaran program penataan taman sebenarnya bukan saja terjadi di Badan tata Kota dan Kebersihan saja, melainkan juga dilakukan di sebagian besar SKPD lainnya di lingkungan Pemkab OI.

Dia mengilustrasikan adapun usulan yang dicoret tahun ini seperti pemupukan, racun rumput hanya sekitar Rp15juta, penataan Taman di Tanjung Raja dengan rincian merehab, mengecat pagar, pemasangan lampu, bunga dengan alokasi anggaran sekitar Rp30juta hingga penambahan kembang di taman Pulau Semambu.

“Kita disini hanya melakukan perawatan taman saja. Jika ada penanaman bibit pohon dari SKPD lain seperti Bappeda, Dinas Perkebunan, untuk selanjutkan perawatan diserahkan ke kita,”ujarnya.

Terkait soal belum dibayarnya uang Rp27juta kepada pihak ketiga yang melakukan pengadaan bunga di Tugu Santri Indralaya tahun 2014 lalu, lanjut dia, soal itu sebenarnya dianggarkan zaman kepemimpinan Kepala Badan Tata Kota dan Kebersihan A Lutfi.

“Untuk penyelesaian pembayaran memang sudah dibawah pimpinan Kepala Badan Tata Kota dan Kebersihan Tarbiyah. Namun saat ini sudah ada komunikasi dengan pihak ketiga terkait penyelesaian pembayaran pengadaan bunga itu,”katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua I DPRD OI Ahmad Syafei membenarkan banyak anggaran program SKPD yang dipangkas karena dinilai tidak begitu mendesak.

“Ya, masih banyak program mendesak untuk dikerjakan seperti infrastruktur menuju ke perkantoran maupun pembangunan jalan, jembatan di desa-desa. Program-program yang ada tentunya harus disesuaikan dengan kondisi yang ada dengan melihat anggarannya,” tutur politisi Nasdem ini.

Bahkan, kata dia, pemangkasan anggaran ini bukan saja terjadi di Badan Tata Kota saja, melainkan juga terjadi di dinas, badan, kantor lainnya di lingkungan Pemkab OI.

“Tapi kami upayakan di anggaran ABT dapat diusulkan kembali atau paling lambat dimasukkan pada APBD 2017 mendatang. Pembangunan didalam desa terpencil yang kami utamakan,”jelasnya. (HN)

Komentar

Berita Lainnya