oleh

Upayakan Ketersediaan Vaksin, Menlu Terus Genjot Diplomasi

Beritamusi.co.id | Kementerian Luar Negeri berupaya melakukan diplomasi vaksin. Caranya dengan kerja sama bilateral bersama berbagai negara dan produsen vaksin di dunia, maupun kerja sama multilateral.

“Diplomasi aktif untuk mendukung upaya ketersediaan vaksin dengan tugas utama membuka akses, meratakan jalan dan mengatasi berbagai kendala yang muncul,” ujar Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi dikutip dari situs covid.go.id, Selasa (08/12/2020).

Retno mengatakan Kemenlu telah melakukan implementasi diplomasi vaksin bersama Menteri BUMN pada Agustus 2020. Diplomasi berupa pembukaan akses kerja sama dengan beberapa pengembang vaksin, termasuk Sinovac.

“Pada Oktober tugas serupa kami jalankan termasuk menjajaki kerja sama dengan AstraZeneca dan kerja sama vaksin multilateral melalui Gavi COVAX Facility,” jelasnya.

Soal tibanya vaksin Sinovac, Retno mengapresiasi kerja sama antar seluruh pihak, termasuk koordinasi intensif dengan Pemerintah RRT (China).

“Bahkan, di satu dua minggu terakhir, komunikasi dengan otoritas RRT dilakukan hour by hour. Kami mengapresiasi kepada Pemerintah dan otoritas RRT yang telah memberikan kerja sama yang baik selama ini. Kemudian peranan KBRI Beijing yang menjembatani komunikasi dengan otoritas RRT dan Sinovac tentunya juga sangat vital,” ungkapnya.

Ia mengatakan kerja sama diplomasi akan terus dilakukan untuk mengawal upaya menghadirkan vaksin COVIDD-19 di Indonesia. Retno menyampaikan saat ini Kemenlu juga bekerja sama dengan kementerian lainnya, yakni Kementerian Kesehatan dan Kementerian Keuangan.

“Selain kerja sama bilateral, saat ini bersama dengan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Keuangan, terus melakukan komunikasi dengan Jenewa untuk pengadaan vaksin multilateral. Sebagaimana diketahui, Indonesia termasuk satu dari 92 negara COVAX AMC yang akan memperoleh vaksin sebesar 3-20% dari jumlah penduduk yang berasal dari GAVI COVAX Facility,” paparnya.

Dalam hal ini, terdapat beberapa proses administrasi dan persiapan teknis yang harus dilakukan. Salah satunya pengiriman vaccine request form kepada COVAX Facility, yang telah dilakukan sesuai target pada Senin (7/12). Dari sisi kesehatan, diplomasi bekerja untuk memperlancar ketersediaan alat diagnostic, therapeutic, dan vaksin untuk keperluan masyarakat Indonesia, lanjutnya.

Meskipun demikian, Retno mengatakan masih ada beberapa tahapan yang harus dilakukan hingga akhir tahun, termasuk kedatangan vaksin COVID-19 dari Sinovac selanjutnya. Terkait hal ini, Retno berharap vaksin multilateral juga bisa masuk secara bertahap ke Indonesia pada 2021.

“Diplomasi kita akan terus mengawal ikhtiar-ikhtiar lain berikutnya agar Indonesia dapat segera mengatasi pandemi. Jangan lupa terus terapkan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak),” pungkasnya.(detik.com)

#satgascovid19
#ingatpesanibu
#ingatpesanibupakaimasker
#ingatpesanibujagajarak
#ingatpesanibucucitangan
#pakaimasker
#jagajarak
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitangan
#cucitangandengansabun

Komentar

Berita Lainnya