oleh

Untung Tipis Petani Ubi Casesa di Bangka

SUNGAILIAT – Nasib kurang baik dialami sejumlah petani ubi kasesa di Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Saat panen tiba, harga ubi kasessa tak lagi bersahabat.

Sudar, salah satu petani di wilayah Tutut, Kecamatan Pemali Kabupaten Bangka menjelaskan, harga satu kilogram ubi kasessa saat ini yang dibeli tengkulak adalah Rp850. Namun, harga tersebut masih harus dipotong ongkos kuli cabut dan angkut.

“Dibeli per kilo Rp850. Tapi masih kotor itu. Masih harus potong ongkos kuli untuk cabut ubi hingga angkut ke pabrik,” kata Sudar, Kamis (5/11).

Sudar menjelaskan, meski mendapat untung namun tidaklah banyak. “Untung tetap ada tapi tipis,” tambahnya.

Sudar mendapat informasi, penurunan harga ubi kasesa ini sudah terjadi beberapa bulan terakhir dan akibat pandemi Covid-19. “Saya berharap bisa kembali normal. Kalau kami (petani) dak muluk-muluk. Minta harga normal saja sudah bersyukur,” pintanya.

Menanggapi itu, Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Bangka Elius Gani mengakui, harga ubi kasessa mengalami penurunan. Dari Rp1025 menjadi Rp800-900 per kilogram.

“Untuk harga memang ada penurunan. Sekarang Rp900,” kata Elius.

Meski demikian, Elius menerangkan pemkab Bangka tidak bisa berbuat banyak menyusul petani sedang massa panen dan kapasitas pabrik ubi juga sedang dikurangi. “Kita tidak bisa intervensi juga. Ini kan hukum pasar. Apalagi saat ini pandemi covid-19, barang keluar seperti sagu sedikit terhambat,” ucapnya. (Doni)

Komentar

Berita Lainnya