oleh

Unit Tipikor Polres Basel Selidiki 20 Sekolah yang Diduga Rugikan Negara

TOBOALI – Penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) DAK TA 2019 pada Disdikbud kabupaten oleh Unit Tipikor Satreskrim Polres Basel terus berlanjut. Terbaru ada 20 sekolah dengan rincian 29 kegiatan dan menghabiskan dana sebesar Rp6,2 miliar.

Dalam kegiatan di 20 sekolah tersebut, Unit Tipikor menemukan dugaan kerugian negara sebesar Rp807 juta lebih. Dugaan temuan ini didapat setelah menginterogasi sejumlah saksi seperti penyedia barang dan jasa.

Kemudian pihak sekolah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Pengguna Anggaran (PA) dan beberapa konsultan pasca dilakukan pemeriksaan terhadap Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ).

Kasatreskrim Polres Basel AKP Daniel Albert Tampubolon mengungkapkan secara keseluruhan total anggaran yang diterima Disdikbud dari DAK tahun 2019 sebesar Rp17 miliar. Tersebar di 50 sekolah untuk 63 kegiatan.

“Jadi dugaan termuan kerugian negara 29 kegiatan ini bentuknya kegiatan fisik seperti rehab ruang kelas. Pembangunan ruang lab, rehab ruang lab, rehab jamban dan sejenisnya,” ujar Albert, Senin (17/8/2020) kepada wartawan.

Albert menerangkan modus yang dilakukan dalam dugaan tipikor ini berbagai macam. Contohnya, ada beberapa kegiatan dimana anggarannya lebih dari RAB, namun kelebihan anggaran itu digunakan untuk kegiatan lain.

“Jadi kelebihan anggaran itu dialihkan ke pekerjaan lain tapi diluar RAB sehingga ada beberapa administrasi yang belum mereka penuhi. Karena kita mengacu pada RAB, itu kita masukan dalam kerugian negara,” lanjut AKP Albert.

Selain itu, ada juga kegiatan yang dikurangi volumenya dan beberapa pekerjaan lain tidak sesuai spesifikasi. Namun dari sekian banyak temuan, modus kelebihan anggaran yang cukup mendominasi dalam dugaan perkara tipikor ini. (Devi)

Komentar

Berita Lainnya