oleh

Terungkap! Pentingnya Ventilasi Menghentikan Penyebaran Covid-19

Beritamusi.co.id | Pemberlakuan aturan PSBB kembali membuat banyak orang harus beraktivitas dari rumah dan berada di dalam ruangan. Beberapa penelitian baru menunjukkan, betapa pentingnya ventilasi dan aliran udara dalam penyebaran virus Corona (Covid-19), baik di kamar, rumah, kantor, ruang kelas, gym, kereta komuter, hingga pesawat terbang.

Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa beberapa sistem ventilasi pasti berfungsi lebih baik dari yang lain, sehingga sangat dianjurkan untuk tetap memakai masker penutup wajah dan membuka jendela.

Sebagian besar bukti sekarang melaporkan bahwa Covid-19 menyebar melalui tetesan air liur di udara dan aerosol yang lebih kecil, disemprot keluar ke lingkungan melalui batuk, bersin, bernapas, dan berbicara.

Partikel-partikel kecil di udara ini dapat menyebar melalui udara dan kemungkinan besar bertahan selama rentang waktu tertentu.

Oleh karena itu, aliran udara menjadi faktor penting untuk memahami bagaimana Covid-19 dapat menyebar di antara manusia, terutama dalam konteks kantor, restoran, atau pesawat.

Penelitian terbaru yang dilakukan University of Cambridge menunjukkan, sistem ventilasi di banyak gedung perkantoran modern dapat meningkatkan risiko paparan virus Corona.

Dilaporkan dalam Journal of Fluid Mechanics, risiko penularan melalui sistem ventilasi melibatkan sejumlah faktor, mulai dari penempatan ventilasi, jendela, dan pintu hingga aliran yang dihasilkan oleh panas yang dipancarkan oleh manusia dan peralatan lain di dalam sebuah gedung.

Risiko penularan juga bervariasi antara berbagai jenis sistem ventilasi. Ventilasi pencampuran (mixing ventilation) yang paling umum pada bangunan kontemporer, menggunakan ventilasi masuk dan keluar untuk menjaga kondisi selaras di semua bagian ruangan, yang berpotensi menyebarkan kontaminan udara ke seluruh ruangan.

Disisi lain, ventilasi perpindahan (sistem kurang umum yang menempatkan ventilasi di bagian bawah dan atas ruangan untuk menciptakan zona bawah yang lebih dingin dan zona atas yang lebih hangat), tampaknya paling efektif dalam mengurangi risiko paparan.

Meski begitu, penelitian ini juga menyoroti keefektifan masker wajah dalam mengurangi penyebaran napas yang dihembuskan dan penyebaran aerosol melalui ruang dalam ruangan terbatas.

“Masker menghentikan tetesan yang lebih besar, dan masker tiga lapis mengurangi jumlah kontaminan yang disirkulasi ulang melalui ruangan berventilasi,” kata Profesor Paul Linden, penulis utama penelitian dari Department of Applied Mathematics and Theoretical Physics Cambridge, seperti dikutip IFL Science, Selasa (6/10/2020).

Selain itu, membuka jendela juga terbukti dapat mengurangi risiko penularan. Linden menambahkan bahwa menjaga jendela tetap terbuka dan memakai masker adalah pilihan terbaik.

Selain itu, para ilmuwan mencatat aliran udara di pesawat sebenarnya lebih cepat daripada bangunan dalam ruangan pada umumnya. Dengan kata lain, risikonya tampak lebih rendah daripada yang diasumsikan sebelumnya.

Cara terbaik untuk mengurangi risiko penyebaran di pesawat adalah menjaga jarak sejauh mungkin dari penumpang lain di bandara, jangan berjalan ke mana-mana jika merasa tidak enak badan, dan selalu menggunakan masker wajah. (Sumber: Suara.com)

#satgascovid19

#ingatpesanibu

#ingatpesanibupakaimasker

#ingatpesanibujagajarak

#ingatpesanibucucitangan

#pakaimasker

#jagajarak

#jagajarakhindarikerumunan

#cucitangan

#cucitangandengansabun

 

Komentar

Berita Lainnya