oleh

Terkait Penangkapan Bupati OI, Ini Tanggapan Wakilnya

Tampak petugas BNN yang sedang mengumpulkan semua penghuni mantan Bupati OI Mawardi Yahya di Jalan Musyawarah Kelurahan Karang Jaya Kecamatan Gandus Palembang, Minggu (13/3/2016) malam. Fhoto : Tribunnews.com
Tampak petugas BNN yang sedang mengumpulkan semua penghuni mantan Bupati OI Mawardi Yahya di Jalan Musyawarah Kelurahan Karang Jaya Kecamatan Gandus Palembang, Minggu (13/3/2016) malam. Fhoto : Tribunnews.com

INDERALAYA I Proses penangkapan Bupati Ogan Iilir, AW Nofiadi Mawardi yang terjadi pada Minggu (13/3/2016) malam oleh BNN Pusat cukup mengagetkan para pegawai negeri sipil (PNS) dan masyarakat Kabupaten OI.

Wakil Bupati (Wabup) OI, HM Ilyas Panji Alam yang disebut-sebut ikut digelandang ke kantor BNN Sumsel dalam konfrensi persnya, Senin (14/3/2016) siang menceritakan, sekitar pukul 18.30WIB dirinya dihubungi lewat telpon bila Bupati OI, AW Nofiadi Mawardi ditangkap oleh pihak BNN di kediaman orang tuanya Mawardi Yahya di Jalan Musyawarah Kelurahan Karang Jaya, Kecamatan Gandus Palembang. Tanpa membuang waktu, politisi tersebut langsung meluncur ke rumah mantan Bupati OI tersebut.

Baca Juga : Diduga Terlibat Narkotika Bupati OI Ditangkap BNN

Rupanya tiba di sana, banyak sekali petugas BNN baik Provinsi Sumsel maupun pusat berhamburan di halaman rumah Mawardi. Saat itu petugas BNN meminta seluruh penghuni rumah maupun tamu undangan disana agar tidak meninggalkan tempat. Dibawah todongan senjata laras panjang, para penghuni rumah terutama Bupati OI AW Nofiadi dan dirinya bersama 13 orang tamu lainnya digelandang ke kantor BNN Palembang untuk di tes urine.

Sementara petugas BNN lainnya juga sempat menggeledah rumah orang tua Bupati OI tersebut. “Memang antara petugas BNN itu sempat terjadi adu mulut dengan Mawardi. Maksud pak Mawardi alangkah baiknya penggeledahan itu dilakukan esok hari saja karena saat itu masuk waktu maghrib. Tapi kelihatannya petugas BNN tetap ngotot untuk menggeledah rumah mantan Bupati OI dua periode itu,”ujar Ilyas.

Baca Juga : Bupati OI Digelandang ke BNN

Alhasil, lanjut Ilyas, usai dilakukan penggeledahan itu petugas BNN membawa 15 orang, termasuk bupati dan wabup OI guna dilakukan tes urine. Namun dari 15 orang itu, terdapat 5 orang harus diamankan, termasuk AW Nofiadi, 2 PNS, kurir dan bandar narkoba karena positif mengkonsumsi narkoba.

Mantan anggota DPRD OKI tiga periode itu meminta kepada khalayak umum untuk tetap tenang karena Bupati OI ini belum tentu bersalah.

“Biarkan proses hukum berjalan, namun azas praduga tak bersalah harus dipegang. Saya belum yakin pak bupati bersalah seperti yang dituduhkan pihak BNN, makanya kita tunggu hasilnya saja hingga tuntas,”katanya.

Baca Juga : KPUD OI Desak RSMH Beberkan Hasil Tes Kesehatan Cabup OI

Ilyas juga mengakui bahwa AW Nofiadi itu merupakan sosok yang baik, selama sebulan terakhir memimpin selalu berdiskusi, dan bersangkutan merupakan sosok yang bijak dan banyak ide.

Kendati demikian katanya, roda pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan normal. Buktinya para PNS dilingkungan Pemkab OI, baik yang berkantor di Tanjung Senai maupun di Jalintim Inderalaya Km 33 tetap bekerja seperti biasa.

“Pelayanan kepada masyarakat tidak terganggu, pegawai bekerja seperti biasa,”kata Wakil Bupati (Wabup) OI HM Ilyas Panji Alam didampingi Sekda OI H Herman. (ST)

Komentar

Berita Lainnya