oleh

Terkait Dugaan Adanya Jual Beli Lahan di Kawasan HP Desa Belo Laut, Ini Kata Kajati dan Direktur PT Timah

PANGKALPINANG – Ramainya pemberitaan terkait adanya dugaan jual beli lahan di kawasan Hutan Produksi di dusun Terabik Desa Belo Laut Kecamatan Muntok Kabupaten Bangka Barat oleh oknum anggota Dewan Provinsi, menarik perhatian Pimpinan Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung (Kajati Babel).

Kajati Babel, Daru Tri Sadono, SH, MH mengatakan jika pihaknya perlu untuk melakukan pengecekan terkait informasi tersebut.
“Kita perlu cek kebenaran info tersebut. Jika benar, perlu dipastikan legal standing yang bersangkutan terhadap lahan tersebut,” kata Kajati Babel saat dimintai tanggapannya, Jumat (13/8/21).

Menurut orang nomor satu di Institusi Kejaksaan Tinggi Babel ini, ada mekanisme terkait penyelesaian penguasaan tanah dalam kawasan. “Ada mekanisme tentang penyelesaian penguasaan tanah dalam kawasan hutan. Oleh karena itu harus didalami kondisi riilnya sebelum diambil sikap,” ujarnya.

Dirut PT Timah, Reza Pahlevi saat diwawancarai media terkait informasi adanya dugaan jual beli lahan di IUP PT Timah.

Sementara itu, Direktur Utama PT. Timah Tbk, Mochtar Riza Fahlevi juga ikut merespon informasi terkait adanya praktek dugaan jual beli lahan Hutan Produksi yang juga merupakan lokasi IUP PT. Timah Tbk. Orang nomor satu di jajaran direksi PT. Timah Tbk ini mengatakan, akan menurunkan tim untuk mengecek informasi tersebut, karena menyangkut aset perusahaan.
“Itu jelas tidak boleh. Ilegal jika benar melakukan kegiatan di atas IUP PT. Timah tanpa ada SPK.

“Kita terima kasih jika ada yang menginformasikan, saya akan meminta tim turun ke lokasi untuk mengecek. Yang jelas jika itu IUP PT. Timah maka tidak boleh dikerjakan tanpa ijin berupa SPK dari kita selaku pemegang IUP nya,” tegas Riza saat dijumpai di kantor pusat PT. Timah Tbk Pangkalpinang Jumat (13/8/21) siang. (doni)

Komentar

Berita Lainnya