oleh

Pemkab Lahat Tutup Dua Lokasi Hiburan Malam

LAHAT – Pemerintah Kabupaten Lahat akhirnya mengambil tindakan tegas terhadap dua tempat hiburan malam yakni Cafe Rahmat dan Hello Kitty yang berada di tepian Sungai Lematang, Desa Tanjung Payang, Kecamatan Lahat Selatan, Kabupaten Lahat. Jumat (13/8/2021), Sat Pol PP Pemkab Lahat disaksikan Polres dan Kodim 0405 Lahat, menyegel dan menutup dua lokasi tersebut.

Bukan tanpa alasan, selain melanggar perizinan dan Perda di dua wilayah tersebut kerap terjadi keributan bahkan hingga membawa korban jiwa. Diungkapkan Kepala Dinas Kasat POL PP Pemkab Lahat, Fauzan Khoiri Denin, AP MM terakhir keributan hingga mebelan korban jiwa terjadi pada Juni 2020. Kemudian, keributan kembali terjadi pada akhir Juli tahun 2021.

“Keributan yang terakhir terjadi dimasa pandemi dimana Pemkab Lahat melarang segala bentuk kegiatan hiburan malam. Bahkan acara pesta persedekahan. Namun, dua kafe ini tetap nekat buka. Penutupan ini sudah sesuai presedur yang ada,” Tegasnya usai melakukan penyegelan.

Dilanjutkan Fauzan, pelanggaran lain yakni kedua kafe melanggar Peraturan Daerah (Perda) kabupaten Lahat nomor 7 tahun 2000 tentang izin Usaha Rekreasi dan tempat hiburan Pasal 4 ayat (1) bahwa setiap orang atau badan hukum yang akan membuka usaha rekreasi dan hiburan umum sebagaimana dimaksud dalam pasal 2, harus memiliki surat izin usaha kepariwisataan (SIUK) yang dikeluarkan oleh Kepala Daerah atau Pejabat yang ditunjuk

Kemudian melanggar Peraturan Daerah kabupaten Lahat nomor 7 tahun 2005 tentang pengawasan penjualan minuman beralkohol dimana pada Pasal 5 ayat (1) siapapun dilarang menjadi penjual langsung untuk diminum ditempat minuman beralkohol golongan B dan C kecuali di hogel berbintang 3, 4 dan 5.

“Kemudian yang dilanggar terkait perda kabupaten Lahat nomor 7 tahun 2010 tentang penyelenggaraan ketertiban, pengawasan dan keindahan. Selain menutup, pemilik tempat hiburan malam/ cafe karaoke telah dilakukan pembinaan untuk memenuhi ketentuan peraturan Daerah tersebut diatas dalam melaksanakan usahanya,”ujarnya, seraya mengatakan kedua cafe tersubut ditutup selamanya hingga pemilik jika ingin membuka usaha kembali harus sesuai aturan yang berlaku.

Penutupan juga sudah sejalan dengan keinginan warga sekitar yang selama ini resah terhadap kebaradaan cafe. “Kalau masih buka tentu akan ada sanksi hukum baik pengelola maupun terhadap bangunan,” tegasnya.

Sementara, Kapolres Lahat, AKBP Achmad Gusti Hartono, SIK yang turut menyaksikan mengapresiasi langkah pemkab Lahat tersebut. Dirinya berharap, pemilik agar patuh terhadap aturan.

Di tempat yang sama, Pemilik Cafe Rahmat, Rahmat saat menyaksikan cafeny disegel berujar siap mengikuti aturan yang berlaku dan menerima atas penutupan yang dilakukan. Bahkan, ia akan berupaya untuk membuka usaha jenis lain yang tentu tidak berlawanan dengan aturan atau hukum yang berlaku. (Srf)

Komentar

Berita Lainnya