oleh

Terjunkan Personil, Polres Mura Bantu Evakuasi Korban Banjir

MUSIRAWAS | Guna memudahkan pemerintah kabupaten (Pemkab) Mura, dalam menanggulangi bencana alam banjir. Jajaran Polres Mura bersama Kodim 0406 MLM terjukan masing-masing personil guna turun memantau langsung kondisi dilapangan, sekaligus membatu upaya evakuasi warga tersampak banjir.

Seperti halnya, Senin (10/2) siang pukul 13.00 wib. Petugas Polsek Muara Kelingi dikomandoi Kapolsek Iptu Hendrawan bersama personil Koramil 406-05 Muara Kelingi turun menyisir sejumlah titik lokasi banjir terjadi di Kecamatan Muara Kelingi.

Dari pantauan dilapangan, di dua lokasi titik banjir Desa Lubuk Muda dan Bingin Jungut. Petugas mendapati mulai dari ruas jalan lintas (Jalin) Lubuklinggau-Sekayu, tepatnya di Desa Lubuk Muda, bangunan fasilitas pendidikan SD di Lubuk Muda, puluhan rumah warga terendam banjir, bersama rusaknya jembatan gantung di desa Bingin Jungut lantaran terdampak banjir.

Kapolsek Muara Kelingi, Iptu Hendrawan mengatakan, sudah hampir satu minggu bencana alam banjir telah terjadi disejumlah titik di Kecamatan Muara Kelingi. Adapun, sebagai tugas Polri melayani dan mengayomi masyarkat. Pihaknya bersama-sama, Satgas Banjir Polres Mura, Koramil 406-05 Muar Kelingi telah siagakan personil guna turun bersama-sama mentau situasi dan membatu evakuasi korban banjir.

“Untuk bencana banjir terjadi wilayah Kecamatan Kelingi. Kita bersama petugas koramil kelingi sudak sejak dari awal meluapnya aliran Sungai, telah siagakan seluruh personil, tugasnya personil mereka telah memantau semua situasi banjir maupun turut membatu dalam mengevakuasi warga terdampak banjir,”ujarnya ketika dibincangi sejumlah wartawan usai tinjauan.

Untuk situasi terakhir bencana banjir, tentunya sudah hampir semua desa di Kecamatan Muara Kelingi terdampak banjir. Selain itu, beberapa fasilitas baik jalan lintas, jembatan gantung, rumah warga, tempat ibadah maupun fasilitas sekolah teredam banjir.

“Sedangkan untuk banjir yang semuanya, di picuh meluapnya aliran sungai. Dan di Muara Kelingi termasuk yang parah, karena wilayah ini merupakan lokasi pertemuan dua sungai besar, yakni sungai Musi dan Sungai Kelingi itu sendiri,”bebernya.

“Jadi, banjir sebenarnya sudah bancana alam tahunan. Yang mana, banjir sendiri karena luapan air sungai kalau dilihat dikarenakan ulu sungai kikim Lahat telah surut, air sungai mengalir ke wilayah BTS Ulu. Begitupun selanjutnya ke wilayah kita Kelingi terdampak banjir, bahkan bersamaa wilayah kecamatan muara lakitan juga telah banjir,”tukasnya. (NURDIN)

Komentar

Berita Lainnya