oleh

Terdakwa Pembunuhan Divonis 18 Tahun

KAYUAGUNG I Ustomo Arbi (31), warga Sungai Ceper, Kecamatan Sungai Menang, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (Sumsel). Terdakwa  yang terlibat kasus perampokan disertai pembunuhan terhadap Prasetiyo dan Isnawati divonis 18 tahun oleh majelis hakim.

Vonis 18 tahun penjara yang dijatuhkan oleh majelis hakim, diketuai oleh Bambang Joko Winarno, hakim anggota Reza Oktaria dan H. Jelly tersebut, lebih rendah dari tuntutan jaksa penunutut umum (JPU) Rizki Handayani dan Ahmad Yantomi.

JPU menuntut terdakwa agar di jatuhi vonis mati karena perbuatannya sangat sadis, menembak pasangan kekasih Prasetiyo dan Isnawati. Korban Prasetiyo ditembak kepalanya dari jarak dekat sementara Ismawati ditikam dengan linggis.

Dalam Petikan putusan yang dibacakan oleh hakim ketua, Bambang Joko Winarno, dalam persidangan yang digelar, Kamis (11/2/2016). Sesuai dengan dakwaan JPU, bahwa  terdakwa telah bersalah secara sah dan meyakinkan, telah terbukti melakukan pencurian dengan kekerasan dalam keadaan memberatkan yang menyebabkan matinya seseorang dan tanpa hak memiliki dan menguasai senjata api rakitan (senpira).

“Sesuai pebuatan yang dilakukan terdakwa. Menjatuhkan  pidana penjara terhadap terdakwa selama 18 tahun,” kata Hakim ketua.

Mendengar putusan majelis hakim, terdakwa berteriak-teriak histeris sambil mengatakan berkali-kali bahwa dirinya tidak terima atas putusan tersebut, karena dirinya mengaku tidak pernah membunuh atau merampok.

“Pak hakim, bu hakim dan pak jaksa. Saya tidak tahu menahu soal pembunuhan itu, saya tidak pernah membunuh, demi Allah saya tidak membunuh,” teriaknya.

Terdakwa juga menolak menandatangai berita acara putusan sidang.

” Saya tidak mau tandatangan. Kalau memang saya membunuh atau merampok orang, matilah saya hari ini. Saya tidak pernah membunuh, Saya tidak membunuh,” teriaknya sambil digiring Petugas Kepolisian dan Kejaksaan ke mobil tahanan.

Sementara  itu Kasi Pidum Kejaksaan Negeri (Kejari) Kayuagung, Erwin mengatakan, putusan majelis hakim yang memvonis terdakwa 18 tahun penjara itu lebih rendah dari tuntutan JPU yang menuntut terdakwa agar di hukum mati.

“Kita akan mengajukan banding atas putusan ini. Tuntutan kami agar terdakwa di vonis mati karena hal yang memberatkan,  perbuatan terdakwa sangat sadis. Dia menembak kepala korban dari jarak dekat dan korban yang satunya di tusuk dengan linggis. Selain itu, terdakwa juga melakukan perampokan dan memiliki senjata api,” ungkapnya.(Romi)

Komentar

Berita Lainnya