oleh

Teganya Pacar Jual Gadis RA Rp 300 Ribu di FB untuk Bayar Kost

Beritamusi.co.id –Malang nian nasib gadis RA. Di usianya yang masih 15 tahun, RA dijual untuk berhubungan intim ke lelaki hidung belang.

Penjualnya adalah ARA, pacarnya sendiri yang berusia 2 tahun lebih tua. Pacar jual gadis RA untuk membayar kost. Selama ini mereka kumpul kebo atau tinggal bersama di kost itu layaknya pasangan suami istri.

Sang pacar jual RA di media sosial Facebook. ARA dan RA mulanya saling berkenalan melalui media sosial Facebook.

Delapan orang perempuan terjaring dalam razia PSK dan miras di sejumlah wilayah di kota Cianjur, Jawa Barat, setelah mendapat pembinaan dan menandatangani pernyataan di depan keluarga mereka dipulangkan, Sabtu (29/8) (Ahmad Fikri

Ilustraai razia PSK (Ahmad Fikri

Mereka akhirnya berpacaran dan memutuskan untuk tinggal satu kost. Namun ARA kesulitan untuk membayar sewa tempat tinggalnya itu. Ia memutuskan untuk menjual kekasihnya tersebut.

Berdasarkan keterangan Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Pematangsiantar AKP Edi Sukamto, kedua remaja itu mengaku sudah berpacaran selama 3 bulan.

Melalui aplikasi MiChat, ARA nekat menjual kekasihnya yang masih di bawah umur. Tak tanggung-tanggung, bahkan ARA telah menawarkan sang kekasih 9 kali kepada pria hidung belang.

Ilustrasi prostitusi. [Solopos]Ilustrasi prostitusi. [Solopos]

Menurut keterangan AKP Edi Sukamto, ARA menjual kekasih dengan tarif Rp 300.000 untuk sekali kencan.

“Setelah kita mintai keterangan, pacar laki-lakinya ini ada 9 kali menawarkan lewat aplikasi MiChat dengan pembayaran sekitar Rp 300.000. Tapi masih kita dalami, itu menurut keterangan korban,” ujar AKP Edi di Mapolres Pematangsiantar, Jalan Sudirman

Menurut keterangan korban, kata Edi, uang tersebut mereka gunakan untuk kebutuhan sehari-hari seperti makan dan bayar kost.
Sejauh ini pihak kepolisian masih menyelidiki lebih lanjut terkait kasus prostitusi online tersebut.

Pihak kepolisian juga masih memburu seorang terduga pelaku yang terlibat dalam kasus penjualan korban RA yang baru masuk SMA itu. Namun lantaran ponsel yang digunakan ARA untuk menjual kekasihnya itu hilang, polisi sedikit kesulitan untuk mendapatkan bukti.

“Tapi masih belum pembuktian, karena sampai sekarang ponselnya itu enggak ada lagi. Makanya kita masih tahap pendalaman,” jelas Edi.

Ilustrasi prostitusi rumahan Kampung Cinta. [Suara.com/Ema Rohimah]

Ilustrasi prostitusi rumahan Kampung Cinta. [Suara.com/Ema Rohimah]

Menurut Edi, kedua remaja tersebut diduga berasal dari keluarga yang bermasalah. Meski begitu, polisi sudah berupaya menghubungi orangtua kedua belah pihak.

Saat ini, keduanya masih menjalani pemeriksaan dan konseling di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Pematangsiantar.

ARA sendiri ditangkap petugas saat terlibat keributan di Jalan Sumber Jaya, Simpang Kerang, Kelurahan Nagapita, Kecamatan Siantar Martoba, Pematangsiantar, Sumatera Utara, Sabtu (5/9/2020) lalu.

ARA dan terduga pelaku terlibat cekcok yang berhasil mengundang perhatian warga. Saat itu pula, ponsel milik ARA diduga dirampas oleh terduga pelaku lainnya.

“Ada salah seorang yang kita kejar. Dari keterangan korban, dia ditemukan dengan teman pacarnya. Terjadi cekcok dan dirampas handphone. Jadi terdengar warga, perempuan ini mau dijual,” turut Edi. (Sumber: suara.com)

 

Komentar

Berita Lainnya