oleh

Tak Bisa Bayar Tilang, Hp Siswa SD ini Diambil Oknum Polantas OKU

Ilustrasi
Ilustrasi

BATURAJA I Oknum Polantas Polres Ogan Komering Ulu (OKU), Provinsi Sumatera Selatan Inisial MD diduga melakukan tindakan kurang terpuji dan melanggar prosedur tetap (protap), saat menggiring pelanggar lalu lintas di jl.Mayor Iskandar samping Kantor Samsat OKU Kamis (4/2/2016). Saat itu, MD mengambil Hendpon milik pengendara karena tidak mampu membayar uang 300 ribu yang diminta.

Menurut Des (10) Rif (10) Rik (8) pada hari kamis siang itu sekitar  pukul 14.00 wib,dia bersama dua sahabatnya  Mengendarai sepeda motor suzuki Nex  berboncengan tiga orang tanpa menggunakan helm  berniat membeli kertas untuk tugas sekolah di samping kantor samsat OKU.  tiba ditempat kejadian  datang MD dari arah berlawanan dan langsung mengehntikan tiga bocah ini sambil memutar arah.

Karena sedikit tau sudah melanggar Des,Rif dan Rik bersedia ikut saat digiring ke kantor Polantas Polres  OKU kawsan Pasar baru Baturaja, sesampai di kantor ini,MD sibuk membuka-buka buku tanpa memberi keputusan dengan tiga pelajar SD yang berboncengan satu sepeda motor itu. begitu MD bicara,langsung membicarakan denda  tilang sebesar Rp 300 ribu.

“Kamu ada uang 300 ribu tidak, kalau tidak ada uang sepeda motormu tidak bisa dibawa pulang,dan harus saya tilang,” uangkap Des menirukan Ucapan MD.

Karena takut ketahuan orangtuanya Des dan dua rekanya yang lain memelas minta dibebaskan “Tolong nian om, jangan kami ditilang,kami tidak punya uang,” pinta Des.

Mendapati ‘korbannya’ tak memiliki uang, MD pun langsung bertanya terkait jaminan lain selain uang yang juga senilai.

“Kalau kamu tidak punya uang apa barang berharga yang kamu punya,” tambah Des mecerikan kronologi kejadian.

Tak menunggu lama, des pun langsung menyodorkan Hendpon merk Evercross mikiknya. Seketika, MD pun tidak berkeberatan dengan benda yang ‘dijaminkan’ Des dan rekanya. Bahkan, dengan tegas MD mengultimatum ketiga bocah ini untuk tidak buka mulut dengan siapapun termasuk orang tua mereka.

“Kamu jangan bilang dengan siapa-siapa, termasuk orang tuamu, nanti panjang urusanya, ” cerita Des yang dibenarkan dua rekanya.

Menurut ‘bocah’ ini, hingga HP kesayanganya itu diserahkan kepada MD, dan tidak dibarangi dengan timbale balik, baik secarik kertas pun. bahkan saat ketiga bocah ini berani menanyakan nama petugas ini MD pun tegas menjawab dengan hardikan. “Untuk apa kamu nanya nama saya,” katanya.

Namun ketiga bocah ini  tak lantas habis akal, ketiga bocah ini mengetahui nama MD dengan membaca nama yang terpampang dibaju yang dikenakan MD “Kami tau namanya itu ada di bajunyo, ” urai Des lagi.

Sayangnya, Kasat lantas Polres OKU AKP Weldi rozika SIk SH yang dikonfirmasi melalui telpon Kamis siang (11/2/2016) mengaku belum mendapat laporan kejadian tersebut

“Saya belum tau duduk persoalanya,saya akan kumpulkan terlebih dulu anggota saya untuk mendengar langsung penjelasanya, kalau nanti saya sudah  paham duduk masalahnya saya akan kontak lagi wartawan, kebetulan saya sedang urusan dinas di  palembang ” kata Weldi saat dikonfirmasi sejumlah awak media. (Deni A. Saputra)

Komentar

Berita Lainnya