oleh

Amunisi Menipis, Honorer K2 Asal OKU Memilih Bertahan di Istana

Fhoto : wikipedia
Fhoto : wikipedia

BATURAJA I Meski ‘amunisi’ yang dimiliki saat ini sudah mulai menipis, namun perwakilan honorer K2 OKU yang ikut andil dalam “jihad’ di istana Presiden akan tetap bertahan sampai ada kejelasan.

Ketua Forum Honorer K2 OKU, Merson saat dikonfirmasi mengatakan, keberangkatan mereka ke Jakarta murni menggunakan dana pribadi dari teman-teman honorer asal Bumi Sebimbing Sekundang, kabupaten OKU.

Setelah tiba di Kota Jakarta perwakilan honorer Kategori Dua (K2) Kabupaten OKU yang berjumlah 31 orang masih ‘berjihad’ di Istana Negara Jakarta, berpartisipasi dalam aksi damai menemui Presiden RI Joko Widodo untuk mengadukan nasib mereka agar diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS).

“Untuk akomodasi dan konsumsi kami sudah mulai menipis. untuk memperjuangkan nasib ini kami akan bertahan sampai ada kejelasan,” katanya.

Menurut dia, perwakilan honorer K2 OKU yang ikut ke Jakarta sebanyak 31 orang tersebut, berangkat sejak tanggal 8 Februari lalu, dan hingga saat ini para Honorer ini masih di Jakarta. Tepatnya di Depan Istana kepresidenan. sementara Izin aksi honorer se Indonesia ini hingga tanggal 12 Februari.

“Kami akan bertahan sampai Presiden Jokowi mau menemui honorer,” katanya.

Ia menjelaskan, sebenarnya kemarin pihak Menpan-RB, Yudi Chrisnandi sudah keluar Istana menemui para honorer. Namun hal itu ditolak, sebab para honorer ingin bertemu langsung dengan Presiden RI.

“Kami akan bertahan untuk memperjuangkan nasib ini. Kami harapkan agar bapak Presiden bisa menemui honorer,” ceritanya.

Seperti diketahui, berkas 509 honorer K2 ini sudah ada di MenpanRB. Diekathui pemberkasan sudah lengkap untuk honorer OKU, namun para honorer K2 ini belum bisa diangkat menjadi PNS dan CPNS, dikarenakan terkendala payung hokum yang hingga kini belum ada.

“509 ini disampaikan ke MenpanRB melalui surat Bupati OKU nomor 800/858/XXX1/V.2/2014. Nasib K2 ini ada di menpan. Bukan BKD dan Bupati. Namun meski demikian kami siap, untuk memperjuangkan pengangkatan para honorer,” kata Penjabat Bupati OKU, H Maulan Akli, di beberapa kesempatan sebelumnya. (Deni A. Saputra)

Komentar

Berita Lainnya