oleh

Sunat Dana BLT-DD, Oknum Kadus dan Anggota BPD Dibekuk

MUSIRAWAS | Tim saber pungli Kabupaten Musi Rawas, berhasil mengungkap tindak pidana pungli realisasi BLT-DD tahun 2020. Dari hasil penyidikan, tim saber pungli diketuai Wakapolres Mura Kompol Handoko membekuk AM (33) oknum Kadus Desa Banpres Kecamatan Tuan Negeri bersama Ef (40) selaku anggota BPD. 

Keduanya diduga memotong uang sebesar Rp. 200 ribu dari realisasi dana BLT-DD yang disalurkan ke masing-masing warga penerima bantuan. Terbongkarnya aksi pungli berdasarkan hasil pemeriksaan dan penyidikan tim saber pungli, menindaklanjuti adanya laporan langsung kepala desa (Kades) Banpres Sugiono.

Dari tangan keduanya, petugas mengamankan barang bukti (Bb) Uang Rp. 3,6 Juta beserta sejumlah berkas pendukung seperti formulir dan penyerahan BLT-DD. 

Mewakili Ketua Saber Pungli, Kapolres Mura, AKBP Efrannedy, SIK, MAP menegaskan pihaknya mendapatkan lnformasi adanya pemotongan BLT-DD di desa Banpres untuk itu, pihaknya bersama unit tipikor Satreskrim Polres. 

Tim Saber Pungli diketuai Wakapolres Mura bergerak lakukan penyidikan dan hasilnya dua orang ditetapkan tersangka. 

“Kedua tersangka melakukan pemotongan BLT-DD  sebesar Rp200.000,- dari Rp600.000,-. setelah dana tersebut diterima keduanya kembali mendatangi rumah masing-masing penerima dan menarik uang sebesar Rp200.000,-,”ungkap AKBP Efrannedy dalam press rilis di Mapolres Mura, Selasa (2/6) pagi pukul 10. 00 WIB. 

Lebih jauh, Efrannedy sangat sesalkan terjadi aksi pemotongan dana BLT-DD yang sejatinya bantuan untuk meringankan bagi para warga terdampak wabah covid 19. 

“Banyak dana dan bantuan yang digelontorkan pemerintah khususnya saat pandemik Covid-19 dan aparat kepolisian melakukan pengawasan. Jangan sampai dana bantuan tersebut diselewengkan dan tidak tepat sasaran. Apabila terjadi penyimpangan dan dugaan lainnya sekecil apapun yang terjadi jika ada data dan bukti kuat silahkan masyarakat melaporkannya,”beber mantan Gakkum Korlantas Polda Kaltim ini.

Dijelaskan, semua dari  barang bukti yang diamankan, yakni uang sebesar Rp3,6 juta merupakan berasal dari uang pemotongan BLT-DD. Selain itu, turut juga diamankan sejumlah dokumen desa, dan sejumlah bukti lainnya mendukung tindak pidana yang dilakukan kedua tersangka.

“Kita harapkan partisipasi semua pihak untuk membantu memberikan informasi terkait penyimpangan dana dan bantuan yang digelontorkan. Kami penegak hukum menindak tegas pelaku pungli maupun tindak pidana korupsi,”tandasnya. (NURDIN)

Komentar

Berita Lainnya