oleh

Siswi MAN IC OKI Ciptakan Alat One Way Speed Bump

Ogan Komering Ilir | Keresahan terhadap tingginya angka kecelakaan berlalulintas yang diakibatkan oleh human eror membuat Amirah Syahirah (16), siswi kelas XII IPS Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendikia (MAN IC) Ogan Komering Ilir (OKI) memutar otak untuk meminimalisir ini.

Hasilnya, putri dari pasangan Yudi Sudihartono, SP., M.SE dan Sherly Syah Putri ini menciptakan suatu alat yang diberi nama One Way Speed Bump yang telah diikutsertakan pada ajang peningkatan kapasitas pelajar pelopor berlalulintas tingkat Nasional 2019 dan berhasil meraih juara harapan 1.

“Masih banyak yang melanggar Salah satunya melawan arus di jalan satu arah yang berakibat pada kecelakaan. Maka dari itu saya berinovasi menciptakan alat ini, dan diharapkan ini bisa lebih menekan angka kecelakaan,” katanya pada kegiatan sosialisasi One Way Speed Bump di Aula MAN IC OKI, Kamis (12/12).

Dijelaskannya, alat yang dipasang di jalan ini seperti alat pembatas kecepatan (polisi tidur) dan bekerja menggunakan pegas atau shockbreaker yang ada di bagian bawah. “Alatnya ini diinovasikan untuk dipasang di jalan satu arah karena di OKI sendiri masih cukup banyak pengendara yang melawan arus khususnya di jalan satu arah dan berisiko menimbulkan kecelakaan,” jelasnya.

Jadi, lanjut Amirah ketika pengendara melintasi ini, alatnya akan tertekan dan turun dengan sendirinya. Tapi ketika pengendara datang dari arah yang berlawanan mereka akan kesulitan dan otomatis melakukan pengereman. “”Tujuan diciptakan alat ini untuk menyadarkan masyarakat agar lebih menaati peraturan lalulintas, mengingatkan bahaya melawan arus dan mengurangi serta meminimalisir kecelakaan,” tuturnya.

Terkait biaya yang dibutuhkan untuk membuat satu alat atau rambu ini, siswi yang merupakan alumni SMPN 1 Palembang mengungkapkan bahwa cukup dengan biaya sekitar Rp4 juta. “Itu untuk semuanya, termasuk alat pegas di bagian bawah,” ujarnya.

Selain menciptakan inovasi ini, Amirah sendiri sebelumnya pernah menciptakan inovasi lainnya dalam dunia lalulintas seperti inovasi helm yang alarmnya akan berbunyi ketika helm tersebut dipakai tapi tidak di klik (kunci). “Iya tapi kurang beruntung karena ketika presentasi sedikit ada kendala teknis,” ucapnya.

Kasubdit Manajemen Keselamatan Direktorat Sarana Transportasi Jalan Kementerian Perhubungan RI, Avi Mukti Amin didampingi Kepala Dinas Perhubungan OKI, Antonio Ramadhan mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi apanyang telah dilakukan oleh siswi ini. Selain itu, hal ini menurutnya sebagai upaya untuk menurunkan angka kecelakaan dengan menggandeng para pelajar.

“Kalau melihat beberapa hasil inovasi ini kami sangat mengapresiasi, karena secara pola pikir sudah baik. Anak ini luar biasa, karena umurnya masih muda dan sudah memiliki inovasi seperti ini,” katanya.

Terkait apakah alat ini akan diproduksi secara besar dan digunakan di jalan raya Avi Mukti mengungkapkan bahwa hal tersebut tidak menutup kemungkinan. Namun memang masih membutuhkan banyak kajian yang lebih dalam seperti diteliti, diskusi dengan para pakar, dan dilakukan uji publik karena harus bisa diterima oleh semua kalangan.

“Dibutuhkan juga payung hukumnya, selanjutnya juga harus ada rambu lain yang memberitahu bahwa di sana dipasang alat ini. Jadi masih perlu sistem lagi,” ujarnya.(romi)

Komentar

Berita Lainnya