Berita Daerah

Sering Ngupil dan Mencabut Bulu hidung, Mahmudi Menderita Penyakit Aneh

152
penyakit-aneh
Mahmudi (38), warga Gang Perigi Golf kelurahan Handayani Mulya kecamatan Talang Ubi kabupaten PALI yang menderita penyakit aneh sejak 3 tahun terakhir.

PALI I Hati-hati jika anda sering mengupil atau mencabut bulu hidung, salah-salah kondisinya bisa menjadi seperti yang dialami Mahmudi (38), warga Gang Perigi Golf kelurahan Handayani Mulya kecamatan Talang Ubi kabupaten PALI.

Ayah dua orang anak ini kondisinya saat ini sangat menghawatirkan, dimana hampir sebagian hidung dan mulutnya membusuk.

Mahmudi menuturkan jika kondisi seperti itu sudah dialami sejak tiga tahun silam, yang awalnya hanya pilek biasa, namun lama kelamaan mengeluarkan darah dan nanah dari dalam hidungnya, sampai akhirnya sedikit demi sedikit bagian hidung dan bibir Mahmudi habis digerogoti penyakit aneh tersebut dan mengeluarkan bau tak sedap.

“Dulu aku ada kebiasaan ngupil dan nyabut bulu hidung setiap harinya, kadang menggunakan gunting. Tapi sudah tiga tahun ini, aku mengalami penyakit aneh seperti ini, padahal aku sudah berobat kemana-mana, dari puskesmas sampai rumah sakit Muhamad Husein di Palembang,” ujarnya, Selasa (11/10).

Pria yang pernah menjadi supir di perusahaan Sub PT Pertamina tersebut mengaku bahwa saat ini keluarganya hanya mengandalkan penghasilan istrinya yang hanya berjualan es keliling. Mahmudi berharap pemerintah maupun donatur membantu kesulitan keluarganya.

“Aku sejak tiga tahun ini tidak bisa lagi bekerja, sekarang hanya istri yang berjualan es keliling dengan penghasilan tidak seberapa, sedangkan anak-anak semuanya sekolah butuh biaya. Jadi jangankan untuk mengobati sakit aku, untuk makan saja pas-pasan,” akunya.

Ditempat sama dr Zamir didampingi dr Hasbiallah Yusup dari Puskesmas Talang Ubi yang datang memeriksa kondisi Mahmudi menjelaskan bahwa penyakit yang diderita Mahmudi diduga kuat akibat kanker.

“Kita tidak bisa memastikan itu adalah kanker, tapi dari lihat lukanya mengarah kesitu. Sementara ini kita beri obat infeksi dan menyarankan agar dibawa ke Rumah Sakit besar untuk perobatan secara intensif sebelum kondisi badannya tambah ngdrop,” jelasnya.

Terpisah, dr Eni Zatila Kepala Dinkes Kabupaten PALI mengatakan bahwa pihaknya siap memfasilitasi untuk perobatan Mahmudi.

“Kita dengar bahwa pasien tersebut mengalami Sinusitis akut, tapi dari keterangan dokter yang memeriksanya tadi, mengarah ke tumor ganas. Kalau pengobatan, kami siap fasilitasi melalui Puskesmas dan siap memberikan rujukan ke rumah sakit yang fasilitasnya lebih lengkap, tinggal bagaimana kemauan si fasien itu sendiri,” katanya.

Ia juga menganjurkan agar pasien dan keluarganya mau dirujuk untuk berobat. “Penyakit tersebut harus secepatnya ditangani agar tidak menjalar lebih luas lagi, dan saya berharap fasien bersedia untuk diobati,” pungkasnya. (adn)

Exit mobile version