Berita Daerah

Budayawan, Arkeolog dan Akdemisi Ramaikan Festival Lahan Basah Sungai Musi

7

BERITAMUSI – Sejumlah budayawan, akademisi, arkeolog, dan peneliti lingkungan dan budaya akan menyampaikan pemikirannya dalam Festival Lahan Basah Tempirai yang akan berlangsung di Turunan Gajah, Desa Tempirai Selatan, Kecamatan Penukal Utara, Kabupaten Penukal Utara Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, 16-21 Juni 2026.

“Budayawan, arkeolog, akademisi dan peneliti lingkungan dan budaya tersebut akan menjadi narasumber dalam beberapa kali diskusi budaya, selama festival berlangsung,” kata Azizah Samsudin, ketua pelaksana kegiatan tersebut, Jumat (11/6/2026).

Para pakar tersebut, kata Azizaah, akan menyampaikan berbagai pemikiran mengenai lahan basah di Sumatera Selatan, khususnya di Penukal, mulai dari tradisi, kekayaan flora dan fauna, peran perempuan, hingga posisi masyarakatnya dalam sejarah peradaban di Sumatera Selatan.

Beberapa nama narasumber tersebut, antara lain Sondang M Siregar, Husni Tamrin, Ainur Ropik, Dian Maulina, Irkhamiawan Ma’ruf, Adios Syafri, Nopri Ismi, Amrullah Marsup, dan Agung Saputro.

Selain diskusi budaya, festival lahan basah pertama di Indonesia ini juga menampilkan sejumlah tradisi seperti melebung atau berkarang, pameran dan workshop perajin anyaman, pertunjukan sastra tutur, seni bela diri kuntau, serta lomba masakan tradisional.

“Bagi generasi muda juga didakan lomba story telling dan konten creator,” kata Azizah.

Panitia pelaksana festival selain anggota komunitas Kampung Inggris, juga anak-anak pramuka Desa Tempirai.

Festival ini selain didukung Kenmenterian Kebudayaan RI melalui Danaindonesiaraya tahun 2025, juga Pemerintah Kabupaten PALI.

“Kami berharap festival menjadi titik awal pengalian dan promosi kekayaan budaya di Kabupaten PALI, khususnya di Tempirai,” kata Azxizah.*

Exit mobile version