oleh

Rusia Singgung Perang Dunia Jika Perundingan Suriah Gagal

PM Rusia Dmitry Medvedev mengatakan bahwa Amerika Serikat dan Rusia harus menekan semua kubu yang bertikai di Suriah untuk gencatan senjata. (Reuters/Jorge Silva)
PM Rusia Dmitry Medvedev mengatakan bahwa Amerika Serikat dan Rusia harus menekan semua kubu yang bertikai di Suriah untuk gencatan senjata. (Reuters/Jorge Silva)

RUSIA I Rusia menyinggung soal Perang Dunia jika perundingan damai Suriah gagal dihasilkan. Wacana Perang Dunia ini memang telah menjadi momok dari konflik Suriah yang kini melibatkan banyak negara.

Hal ini disampaikan oleh Perdana Menteri Rusia Dmmitry Medvedev dalam wawancara dengan koran Jerman Handelsblatt, seperti dikutip Reuters, Kamis (11/2/2016), di malam perundingan Suriah di Munich.

Medvedev mengatakan bahwa Amerika Serikat dan Rusia harus menekan semua kubu yang bertikai di Suriah untuk gencatan senjata.

Ditanya soal rencana Arab Saudi menurunkan pasukan darat pekan lalu untuk melawan ISIS, Medvedev mengatakan bahwa tindakan itu hanya akan menyebabkan perang yang berkepanjangan dan permanen.

“Lihat apa yang terjadi di Afghanistan dan banyak negara lainnya. Amerika dan mitra Arab kami harus berpikir: Apakah mereka ingin perang permanen?” kata Medvedev.

Rusia sejak akhir tahun lalu telah terlibat dalam perang Suriah dengan menurunkan pasukan udara menggempur wilayah kekuasaan oposisi, termasuk yang didukung oleh AS. Pemerintah Barack Obama mengecam tindakan Rusia yang membantu rezim Bashar al-Assad memusnahkan para penentangnya.

Negara-negara Barat yang membantu kelompok oposisi moderat beranggapan, awal untuk menyelesaikan konflik Suriah adalah dengan lengsernya Assad.

Konflik ini sekarang juga telah menyeret banyak negara seiring munculnya ISIS yang menguasai sebagian Suriah dan Irak.

Keterlibatan banyak negara ini memicu munculnya kekhawatiran akan terjadinya Perang Dunia Ke-III. Medvedev menyinggung hal ini yang menurutnya akan terjadi jika perundingan tidak menghasilikan solusi.

“Semua pihak harus duduk di meja perundingan, bukannya melancarkan perang dunia yang baru,” kata dia.

Lembaga Syrian Centre for Policy Research, SCPR, dalam laporannya mengatakan jumlah korban tewas pada konflik yang telah terjadi sejak 2011 di Suriah mencapai 470 ribu orang. Jutaan lainnya mengungsi ke negara-negara tetangga, termasuk Eropa.

Sekarang pusat pertempuran terjadi di Aleppo saat pasukan Suriah dibantu oleh jet Rusia berusaha merebut provinsi itu dari tangan militan pemberontak.

Sebanyak 500 orang tewas di Aleppo sejak pekan lalu. Ribuan orang di wilayah ini terancam kekurangan pangan dan gelombang pengungsi baru diprediksi akan memasuki Turki dan Eropa.

Seorang diplomat yang dikutip Reuters mengatakan bahwa perundingan di Munich sepertinya tidak akan menghasilkan langkah besar untuk menghentikan konflik Suriah.

“Pertemuan ini berisiko tidak akan pernah rampung dan saya khawatir hasilnya akan sangat kecil,” kata sumber. (CNN)

Komentar

Berita Lainnya