oleh

Refocusing Anggaran Pemkab Muba untuk Penanganan COVID-19 Rampung

MUBA | Guna memastikan anggaran Rp500 miliar yang dikucurkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Musi Banyuasin (Muba) berjalan sesuai mekanisme dan peruntukan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), maka Bupati Muba, Dodi Reza Alex segera menandatangani MoU dengan Aparat Penegak Hukum (APH) di Bumi Serasan Sekate.

Menurut Sekretris Daerah (Sekda) Muba, Apriyadi, bahwa dari awal pihaknya sudah melakukan pendampingan dengan Apip. Kalau MoU dengan Polri dan Kejaksaan itu  fungsinya supervisi.

“Tujuan supervisi ini jangan sampai anggaran itu timbul penyelewengan yang dapat berdampak negatif. Dengan adanya supervisi dan pendampingan ini kita harapkan semua prosedur dan mekanisme dapat berjalan dengan baik,” ujar dia, Senin (27/4).

Apriyadi mengungkapkan, upaya pencegahan dan penanggulangan ancaman wabah COVID-19 di Muba saat ini terus berproses sesuai regulasi dan peraturan yang akan dilaksanakan.

Khusus kepada khalayak, masyarakat dan media, Apriyadi berpesan agar bersama memberi informasi yang meneduhkan. Pihaknya juga mengapresiasi media  yang terus mempertahankan situasi dan kondisi tetap kondusif, dengan menyajikan berita yang tidak mengarah ke berita sumir.

“Semua OPD selaku penanggung jawab anggaran akan menjalankan semua ini sesuai anggaran dan regulasi yang ada. Saya sangat mengapresiasi atas kerjasama media selama penanganan  penyebaran COVID-19. Saya yakin awak media di Muba tidak menyebarkan berita yang mengarah ke fitnah,” ungkap Apriyadi, sambil menegaskan bahwa Bupati Muba Dodi Reza Alex, setiap hari mengawasi perkembangan alokasi anggaran tersebut dan mematuhi regulasi yang berlaku.

Apriyadi menerangkan, hasil realokasi dan refocusing anggaran dengan perubahan Peraturan Kepala Daerah tentang Penjabaran APBD, anggaran yang sudah disiapkan Pemkab Muba sebesar Rp137.559.142.432.

Sementara, Kepala DPKAD Muba, Mirwan menuturkan, anggaran tersebut bersumber dari APBD sebesar Rp81.228.460.052 dan dari Dana Desa sebesar Rp56.330.682.380.

“Alokasi dana itu untuk pengadaan sarana prasarana, obat-obatan dalam rangka pencegahan, penanggulangan COVID-19 dan jasa medis, serta jaringan pengaman sosial dalam bentuk sembako, dan bantuan tunai kepada masyarakat yang terdampak,” tutur dia.

Berikutnya, papar Mirwan, ada juga penyesuaian APBD Tahun Anggaran 2020  sebesar Rp165.728.582.832, dengan sumber dana dari APBD    sebesar Rp95.588.582.832 dan alokasi Dana Desa Rp56.750.000.000, serta Dana Kelurahan Rp13.390.000.000.

Ketiga sumber dana ini dialokasikan Dinas Sosial untuk Jaring Pengaman Sosial (JPS), BPBD Posko DaOps Bidang Kesehatan, subsidi di PDAM 3 bulan, subsidi listrik MEP 3 bulan, biaya tidak terduga, ketahanan pangan (beli beras rakyat), ADD APBD (Padat karya), dan asuransi kematian penduduk.

“Pada Perubahan APBD 2020 Pemkab Muba merencanakan mengalokasikan anggaran sebesar Rp196.712.274.736 dan bisa juga bertambah atau berkurang disesuaikan dengan perkembangan ancaman COVID-19,” papar dia.

Nah rencana anggaran sebesar Rp196.712.274.736 itu akan dialokasikan untuk bidang kesehatan sebesar Rp140.000.000.000, berupa  pengadaaan sarpras fasilitas RSUD Sekayu, Sungai Lilin, dan Bayung Lencir, termasuk pengadaaan perlengkapan medis, obat-obatan dan insentif tenaga medis.

Kemudian bidang sosial dan pemberdayaan masyarakat sebesar Rp56.712.274.736, yang dialokasikan untuk BLT, sembako, padat karya, pelatihan kerja di BLK, kredit KUR, bantuan kelompok tani dan nelayan berupa bibit, pupuk dan pakan.

“Kita berharap dengan telah rampungnya refocusing anggaran ini, semua secara administrasi dapat dipergunakan sesuai dengan rencana kerja penanggulangan dan penanganan COVID 19 di Musi Banyuasin,” tandas dia (Endang)

Komentar

Berita Lainnya