oleh

PWNU Sumsel Apresiasasi Pelaksanaan Musabaqoh Kitab Kuning

PALEMBANG I Sejumlah persiapan terus dimatangkan panitia pelaksana Musabaqoh Qiraatul Kutub (Kitab Kuning) Provinsi Sumatera Selatan yang akan digelar di Ponpes Aulia Cendikia 7-8 April mendatang. Selain persiapan teknis, panitia juga meminta dukungan dan melakukan silaturahmi ke sejumlah Kiayi sepuh di Sumsel. Salah satunya, KH Mudaris, Rois Syuriah PWNU Sumsel.

KH Mudaris yang juga pengasuh Ponpes Sabilul Hasanah Banyuasin langsung menyambut baik kegiatan yang diselenggarakan PKB melalui sayap partai, Garda Bangsa. Menurutnya selama ini, lomba baca kitab kuning digelar oleh pemerintah lewat Kementrian Agama. Sehingga jika PKB mengelar lomba sangat baik untuk menjaga tradisi pesantren yang baik ini. “PKB yang tidak lain adalah anak kandung NU menyelenggarakan hal serupa maka kami turut bangga dan akan mendukung kegiatan ini,” kata Mudaris saat ditemui di Kediaman, Poligon, Bukit Kecil, Senin (28/3).

Menurut Mudaris,  sangat tepat PKB melaksanakan kegiatan Qiroatul Kutub. Lantaran, kekayaan keilmuan di lingkungan pesantren itu, identik dengan NU dan NU pula yang melahirkan PKB jadi sudah sangat tepat PKB menginisiasi kegiatan lomba membaca kitab kuning. “Dengan agenda lomba kitab kuning ini PKB membuktikan kalau PKB adalah anak yang berbakti bagi orangtuanya, kedepan NU dan PKB harus tetap bergandengan untuk mengawal kepentingan Negara dan Agama,” harapnya.

Sementara itu, DPW PKB Sumsel, Ramlan Holdan mengatakan, dukungan KH Mudaris yang merupakan orang nomor 1 di lingkungan NU Sumsel sangat diharapkan. “Dengan dukungannya Insyaallah Ponpes yang ada di Sumsel akan mengirim semua utusan terbaik untuk mengikuti lomba kitab kuning,” tukasnya.

Sebelumnya, sekretaris panitia pelaksana, Ust Syueb S.Ag menjelaskan, pendafatar Musabaqah Qiraatul Kutub di DPW PKB dan langsung ke Ponpes Aulia Cendikia. Syaratnya, peserta merupakan santri yang mendapatkan rekomendasi dari pengasuh pondok pesantren dan berusia 17-25 usia.

Bagi peserta yang lolos, akan mengikuti babak final di Graha Gus Dur Sekretariat DPP PKB pada 12-13 April berjumlah 124 orang santri putera dan puteri yang berasal dari pemenang tahap penyisian. “Bagi yang lolos, akomodasi, konsumsi dan transporyasi peserya pulang pergi ke Jakarta-Palembang,” ujarnya.

Total hadiah mencapai Rp200 juta serta tiket umrah dan ziarah ke makam Imam Ghazali serta bantuan biaya pendidikan. “Kita harapkan 150 Ponpes di Sumsel mengirimkan wakilnya, yang terdiri dari 6 orang, yaitu 3 puteri dan 3 puteri untuk Final ke Jakarta. Pendaftaran sendiri bisa di DPW PKB Sumsel dan langsung ke Ponpes Aulia Cendikia,” pungkasnya. (Supardi)

Komentar

Berita Lainnya